Sampah Masker, Rawan Didaur Ulang dan Rentan Tularkan Penyakit

0
18
Sampah Masker, Rawan Didaur Ulang dan Rentan Tularkan Penyakit
PILAH SAMPAH - Petugas memilah sampah di TOSS Center di Dusun Karangdadi, Kusamba, Dawan, Jumat (29/1/2021).

Semarapura, DENPOST.id

Pemkab Klungkung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan kini mencari cara untuk mengatasi sampah berupa masker bekas yang dibuang masyarakat. Pasalnya,  masker bekas ini mulai banyak ditemukan bercampur dengan limbah rumah tangga yang dibuang di TOSS Center, Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan. Masker bekas inipun rentan menjadi media menularkan  penyakit. Bahkan rawan didaur ulang oleh oknum tak bertanggung jawab jika tidak dipotong atau dirobek sebelum dibuang.

Dari pantauan di lapangan, Jumat (29/1/2021), puluhan petugas di TOSS Center terlihat sibuk memilah sampah. Mereka tidak hanya memilah sampah plastik, namun juga terlihat memilah sampah residu yang dicampur dengan limbah rumah tangga. Tak sedikit para petugas juga menemukan masker bekas yang dibuang warga bercampur dengan sampah rumah tangga.

Baca juga :  Peternak Rugi Besar, Populasi Babi di Klungkung Turun Drastis

Kondisi ini tentunya membuat petugas khawatir. Karena masker bekas tersebut rentan menjadi media penularan penyakit di tengah pandemi Covid-19.  Apalagi mereka saat bertugas hanya menggenakan Alat Pelindung Diri (APD) seadanya, seperti masker dan selop tangan.

“Ada saja kami temukan masker bekas dibuang di sini pak. Biasanya masker itu kami pilah ke sampah anorganik bersama plastik,” ujar salah seorang petugas yang enggan namanya disebutkan.

Baca juga :  Simpan Masker di Saku dan Tas, 9 Warga Dihukum Push Up

Saat masa pandemi seperti saat ini, pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk menggenakan masker untuk mencegah Covid-19. Hanya saja belum banyak ada sosialisasi ke masyarakat, bagaimana mengelola sampah masker mereka sehingga masker bekas sekali pakai yang digunakan warga  tidak menjadi sumber penyakit.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung, I Ketut Suadnyana, ketika dimintai konfirmasi tidak menampik hal itu.  Dikatakannya, sampah masker kini menjadi masalah baru, karena sampah masker  masuk kategori sampah residu, yang sulit diolah kembali dan terpaksa dibawa ke TPA.

Baca juga :  Pandemi, Vaksinasi Anjing di Klungkung Baru 50 Persen

“Sampah masker ini kan tidak selalu menjadi sampah medis, karena yang menggenakan masker ini kan tidak semuanya orang sakit. Saat ini semua masyarakat wajib menggunakan masker, jadi sampah masker juga semakin banyak kami temui,” terangnya.

Dengan adanya persoalan tersebut, Suadnyana mengimbau masyarakat agar memilah sampahnya dengan baik dari rumah, termasuk masker. Sebelum dibuang, masker sebaiknya dirobek atau digunting. Hal ini agar masker bekas itu tidak didaur ulang, oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab.  (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini