Periksa Saksi-saksi, Sidang Kasus Dugaan Perguruan Tanpa Izin Berlanjut

0
13
Periksa Saksi-saksi, Sidang Kasus Dugaan Perguruan Tanpa Izin Berlanjut
SIDANG PRAPERADILAN - Suasana sidang gugatan praperadilan kasus dugaan pelanggaran prosedur penangkapan, penggeledahan, dan penyitaan barang bukti, oleh Polresta Denpasar, di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Jumat (29/1/2021). (DenPost.id/ist)

Denpasar, DenPost.id

Sidang gugatan praperadilan kasus dugaan pelanggaran prosedur penangkapan, penggeledahan, dan penyitaan barang bukti, oleh Polresta Denpasar di Vila Kayumas, Kuta Utara, yang dilayangkan Agung Mahendra, terkait perguruan tinggi/sekolah tanpa izin, dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Jumat (29/1/2021).

Dalam persidangan, pemohon menghadirkan empat saksi fakta yakni I Komang Miadiartha, Anak Agung Bagus Budhi Satwika, Putu Ayu Diah Prayastini, dan Gede Hendra Prthama Purba. Sedangkan pihak termohon menghadirkan saksi ahli, I Nyoman Agus Prabawa dan Zulkarnaen.

Dalam sidang yang diketuai hakim tunggal I Wayan Sukra Dana ini diperiksa saksi-saksi dari termohon.  Dalam kesaksiannya, I Komang Miadiartha menyatakan kaget karena pada 18 Desember 2020 ketika dia sharing dan diskusi sesama anggota komunitas Indotraderacademy di Jalan Mertanadi No.46B, Kerobokan, Kuta Utara, didatangi sekitar 10 orang. Mereka menyeruak masuk ruangan tanpa permisi dan minta untuk menghentikan aktivitas serta mengatakan mencari Agung Mahendra. “Awalnya satu orang masuk, lalu disusul beberapa orang lain, seperti menggerebek dan kami tak dibolehkan melakukan aktivitas apa-apa,” kata saksi lain, Anak Agung Bagus Budhi Satwika.

Baca juga :  Layang-layang Jatuh di Gardu Iduk, Dewa Terancam Ini

Selanjutnya saksi melihat Agung Mahendra berbicara dengan beberapa orang dan sisanya berada di ruangan. Pernyataan I Komang Miadiartha ini dibenarkan Putu Ayu Diah Prayastini. Dalam kesaksiannya, Putu Ayu Diah Prayastini menerangkan kepada majelis hakim bahwa orang-orang itu mengumpulkan barang-barang dan menyatakan disita.

Saksi dan Agung Mahendra lalu diminta menandatangani surat penyitaan barang. Setelah itu pemeriksaan dilakukan terhadap Anak Agung Bagus Budhi Satwika. Dia juga membenarkan keterangan I Komang Miadiartha dan Putu Ayu Diah Prayastini.

Baca juga :  Hadapi Ujian Berat di Masa Pandemi, Koperasi Diminta Lakukan Ini

 

Ketika Anak Agung Bagus Budhi Satwika ditanya hakim tentang poin 10 dari BAP yang berisi bahwa saksi Agung Budhi menyatakan sebagai pegawai atau bekerja di Indotraderakademy, dia menampik tudingan itu. “Kok saya dibilang pernah mengaku sebagai pegawai dan bekerja di Indotraderacademy dalam BAP? Indotraderacademy adalah komunitas,” tegas saksi.

Hakim kemudian menanyakan tandatangan di BAP,  Anak Agung Bagus Budhi Satwika menjawab bahwa tanda tangan itu mirip tandatangannya. Dia merasa ada perubahan-perubahan  isi BAP yang pernah dia tanda tangani.

Baca juga :  Virus Corona Merebak, Investasi Bernaker Tiongkok Diharap Dikaji Ulang

Sedangkan saksi Hendra saat ditanya majelis hakim menerangkan bahwa dia melihat Agung Mahendra, Putu Ayu Diah Prayastini, dan Anak Agung Bagus Budhi Satwika, disuruh datang ke Polresta Denpasar malam itu juga.

Selesai memeriksa saksi-saksi dari pemohon, hakim memeriksa saksi dari termohon. Saksi ahli termohon (Polresta Denpasar), I Nyoman Agus Prabawa, mengaku bahwa dia menjadi saksi ahli karena ditunjuk Dikti. Setelah dikejar oleh kuasa pemohon,  Prabawa tampak agak bingung. Hakim lalu bertanya, ‘’Apakah saudara pernah jadi saksi ahli?’’

“Tidak,” ucap saksi.

Mengingat Agus Prabawa ikut dalam penggerebekan pada 18 Desember 2020, maka dia menyatakan tak lagi sebagai saksi ahli, tapi menjadi saksi fakta. (yad)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini