Rapuh dan Termakan Usia, Pemedal Agung Klungkung Runtuh

0
10
Picsart 01 31 07.04.23
RUNTUH - Kondisi bangunan Pemedal Agung Klungkung di bagian selatan yang runtuh, Sabtu (30/1/2021).

Semarapura, DENPOST.id

Tingginya curah hujan yang terjadi di wilayah Klungkung beberapa hari terakhir tidak hanya menyebabkan pohon tumbang, namun beberapa bagian di sisi selatan Pemedal Agung Klungkung juga runtuh, Sabtu (30/1/2021) sekitar pukul 16.00 Wita. Kejadian inipun sudah dikoordinasikan kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) untuk segera bisa ditindaklanjuti.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Klungkung, Ida Bagus Jumpung Gede Oka Wedhana, ketika dikonfirmasi, Minggu (31/1/2021) membenarkan peristiwa tersebut.

Menurut IB Jumpung, bagian yang runtuh terletak di sisi selatan pemedal agung. Ketika itu, bagian bangunan pemedal agung yang memang sudah termakan usia dan terdapat retakan tiba-tiba jatuh. Material bangunan yang terbuat dari batu bata itupun langsung hancur saat menghantam paving.

Baca juga :  Trek-trekkan, Polisi Amankan Dua Unit Motor

IB Jumpung menduga runtuhnya bagian sisi selatan pemedal agung tersebut, disebabkan curah hujan yang tinggi. Mengingat bangunan sudah tua, sehingga mudah terlepas saat terkena hujan dalam intensitas tinggi. “Penyebabnya mungkin curah air hujan yang tinggi. Di satu sisi karena umur bangunan juga sudah tua,” duganya.

Namun untuk memastikan hal tesebut, IB Jumpung mengatakan sudah berkoordinasi dengan BPCB. Mengingat, pemedal agung merupakan bangunan pada masa Kerajaan Klungkung dan masuk dalam cagar budaya, sehingga proses perbaikannya juga sangat dibutuhkan kehati-hatian.

Baca juga :  Pascaditerjang Ombak Besar, Petani Garam Kusamba Bakal Dibantu Uang Tunai

“Kami sudah koordinasi dengan BPCB karena benda cagar budaya jadi harus hati-hati. Langkah restorasi harus melihat bentuk aslinya. Perencanaan perbaikan juga masih menunggu hasil penelitian dari BPCB,” imbuhnya.

Untuk diketahui sebelum runtuh, kondisi bangunan Pemedal Agung sudah sempat dikatakan enced (ambles). Bahkan Penglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Dalem Smara Putra sempat meninjau langsung kondisi bangunan yang berada di area Kerta Gosa tersebut.

Baca juga :  Di-rapid Test, 9 Pedagang dan Dua Petugas Pasar Galiran Reaktif

Atas kondisi tersebut, tim dari BPCB sempat terjun untuk melakukan pengecekan. Di samping itu, BPCB juga mendokumentasikan kondisi awal pemedal agung. Hal itu, dilakukan sebagai upaya antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan. Misalnya, jika terjadi gempa dan seandainya bangunan roboh maka dengan berbekal gambaran awal dari BPCB, pemedal agung dapat dibangun lagi seperti semula. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini