Masa Pandemi Covid-19, UMKM Alami Kemerosotan

0
6
Masa Pandemi Covid-19, UMKM Alami Kemerosotan
Erwin Suryadarma Sena

Lumintang, DenPost

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam situasi pandemi Covid-19 mengalami kemerosotoan dan sangat terpuruk. Pandemi virus corona yang sudah berlangsung hampir 1 tahun bukan membaik melainkan melonjak sehingga berpengaruh terhadap UMKM.

”Pendisiplinan protokol kesehatan (prokes) terhadap masyarakat diperketat seiring terus meningkatnya positif virus corona di Kota Denpasar sehingga berpengaruh terhadap pendapatan UMKM,’’ kata Kadis Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, Senin (1/2/2021).

Erwin berharap, UMKM di masa pandemi Covid-19 lebih banyak melakukan inovasi dengan menjual barang lewat daring (online). Paling laris saat pandemi virus corona adalah jenis makanan. Kalau penjualan kebutuhan primer dan skunder menurun. Justru kuliner baru bermunculan menjual produk melalui online untuk menghindari kerumunan. ”Kita tidak tutup mata karena UMKM saat ini sangat terpukul dengan adanya virus corona yang melanda seluruh dunia,’’ ujarnya.

Baca juga :  Didukung Tiga BUMN, Koster Salurkan 2.500 Paket Sembako

Dia mengungkapkan, UMKM mampu bertahan dalam situasi Covid-19 ini harus mampu mengubah pola pikir. Dulu berjualan secara langsung dan sekarang harus diubah pelayanan melalui daring agar bisa bertahan hidup. Namun prokes tetap dijalankan untuk menghindari penularan virus corona.

”Kami melihat saat pengajuan bantuan presiden (Banpres) banyak bermunculan UMKM baru. Karena banyak beralih profesi yang dulu bekerja di pariwisata, restoran dan hotel sekarang buka warung kecil-kecilan agar bisa bertahan hidup,’’ ucapnya.

Baca juga :  Terapkan PKM, Perumda Pasar Sewaka Dharma Atur Jarak Berjualan

Erwin mengaku, merebaknya kasus Covid-19 ada UMKM terpukul dan di sisi lain ada peluang UMKM bangkit. Dibalik musibah ada peluang seperti dilakukan mantan karyawan hotel, guide, sopir travel dan karyawan swasta perusahaannya tutup sekarang banting setir berjualan makanan. ”Ke depan kita harapkan UMKM memiliki terobosan dan berinovasi agar mampu menjual produk kepada konsumen mudah dan cepat. Sistem penjualan tidak menyediakan tempat dan tidak berinteraksi langsung, melainkan pemesanan makanan melalui aplikasi,’’ terangnya.

Baca juga :  Terangkum Dalam Lontar dan Weda, Peneduh Jagat Hanya Dilakukan Ketika Darurat

Lebih lanjut Erwin Suryadarma mengungkapkan, UMKM harus melakukan evaluasi karena tantangan ke depan lebih berat. Mengingat masyarakat tidak akan bertemu langsung, melainkan pembelian barang melalui daring. Hal ini bisa terjadi ke depan karena lebih efektif dan efisien pemesan makanan atau barang lainnya.

”Sistem pembelian daring mengurangi berkumpul banyak orang guna mencegah klaster baru penularan virus corona. Ke depan ini menjadi tren sehingga tumbuh usaha baru karena gampang dan mudah. ”Kita berjualan tidak perlu tempat luas dan hanya promosi melalui aplikasi. Kalau situasi terus begini maka UMKM kita terus terpuruk,’’ jelasnya. (103)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini