Waspada Investasi Bodong, Masyarakat Wajib Pahami Prinsip 2L

0
9
Picsart 02 02 10.25.28
Ketua Satgas WSI Pusat, Tongam Lumban Tobing

Kereneng, DENPOST.id

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara berupaya menekan jumlah masyarakat yang menjadi korban investasi bodong. Sebagai Ketua Tim Kerja Satgas Waspada Investasi (SWI) Provinsi Bali, OJK Regional 8 merencanakan sosialisasi dalam jaringan yang lebih masif dan menggandeng lebih banyak pihak.

Agar upaya ini optimal, OJK Regional 8 akan melakukan pengkinian anggota agar pencegahan dan penanganan investasi bodong lebih tepat sasaran. Itu dikatakan Kepala OJK Regional 8 Giri Tribroto saat rapat bersama Ketua Satgas Waspada Investasi Ilegal Pusat, Tongam Lumban Tobing, Jumat (29/1).

Baca juga :  Kadiskes Ungkap Penyebab Kasus Covid-19 di Bali Naik Drastis

“SWI Pusat telah menangani sejumlah 1.447 entitas investasi ilegal, gadai ilegal dan fintech peer-to-peer lending illegal di tahun 2020. Yaitu 346 entitas investasi ilegal yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat,” ungkapnya.

Jumlah itu terdiri dari 75 entitas gadai ilegal, dan 1.026 entitas fintech peer-to-peer lending illegal. Tongam Lumban Tobing menerangkan bahwa kerugian yang ditimbulkan akibat kegiatan Investasi Bodong sejak tahun 2011 sampai dengan 2020 sudah mencapai Rp 114,9 Triliun.

Baca juga :  Pembatasan Sampah Plastik, Pengawasan Distributor Terus Digenjot

Sejumlah 8.515 pengaduan terkait fintech telah diterima melalui seluruh kanal pengaduan konsumen milik OJK. Saat ini terdapat 149 Fintech P2P Lending yang terdaftar dan berizin di OJK. Dengan jumlah peminjam mencapai 40.754.455 orang, jumlah pemberi pinjaman mencapai 705.643 orang.

“Kini total pinjaman yang belum lunas mencapai Rp 146,25 Triliun. Masyarakat agar senantiasa menggunakan prinsip 2L sebelum berinvestasi, yaitu Legal dan Logis. Jelas legalitasnya dan keuntungan yang dijanjikan dapat diterima logika,” ungkapnya.

Baca juga :  Tanpa Masker, Turis Rusia Dijaring Tim Yustisi

Apabila masyarakat ingin mencari informasi tentang waspada investasi dapat menghubungi kontak OJK 157 atau melalui WA 081157157157 dan mengunjungi website waspadainvestasi.ojk.go.id.
Atas pengungkapan kasus investasi bodong, Giri menerangkan OJK bersama SWI telah melakukan tindakan nyata. Seperti meningkatkan patroli siber menghentikan dan memblokir entitas ilegal tersebut bersama Kominfo, mengumumkan kepada masyarakat.

Menginformasikan kepada Polri, membatasi ruang gerak transaksi di perbankan dan payment system, serta mendorong fintech dimaksud untuk mendaftar dan memenuhi ketentuan sesuai POJK yang berlaku. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini