Bikin Kesaksian Soal Covid-19, Pasien Asal Rendang Viral di Medsos

0
7
Bikin Kesaksian Soal Covid-19, Pasien Asal Rendang Viral di Medsos
VIRAL - Video kesaksian salah satu pasien covid-19 asal Rendang kini viral di media sosial. Pasien mengungkapkan betapa berbahayanya Covid-19.

Amlapura, DENPOST.id

Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Karangasem masih fluktuaktif. Setelah Senin (1/2/2021) lalu tak ada penambahan kasus, Selasa (2/2/2021) Dinas Kesehatan Karangasem merilis lonjakan 10 kasus baru. Kini ada 74 Warga yang masih aktif mendapat perawatan.

Pasien Covid-19 tersebar di seluruh kecamatan, salah satunya di kecamatan Rendang, di mana ada 5 warga terpapar yang masih di rawat. Bahkan, salah satu dari 5 warga tersebut membuat sebuah video kesaksian mengenai ganasnya Covid-19. “Covid-19 ini benar ada. Awalnya ia membuat kita lengah dengan menyerang nafas kita. Setelah itu dia merusak paru-paru kita. Kalau saya tidak memakai alat ini (alat bantu pernafasan, red) saya seperti ikan yang tak berada di dalam air,” papar pasien pria yang diketahui adalah seorang wiraswasta asal Rendang itu. Videonya kini ramai disimak di media sosial (medsos).

Baca juga :  Hanya Rp 35 Ribu Per Bulan, Ini Kiat Kartika Hemat Kuota Internet untuk Tiga Anaknya

Kapolsek Rendang, Kompol I Made Sudartawan, membenarkan pembuat video kesaksian terpapar Covid-19 tersebut adalah salah satu warga dari Kecamatan Rendang. “Ia saya kenal baik. Beliau adalah seorang pengusaha paving dan ayam petelur,” ungkapnya. Ditanya perihal darimana pasien terpapar virus Corona, pihaknya enggan memberi keterangan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem, Ketut Sedana Merta, terus menekankan pada warga agar taat pada prokes. Melalui surat edaran resmi, beberapa hari libur yang akan berlangsung membuatnya menginstruksikan pada Dinas Pariwisata agar berkordinasi dengan pemilik akomodasi wisata. Selain menerapkan prokes di akomodasi wisata, pihaknya juga menekankan para pemilik DTW agar membatasi kunjungan. “Di dalam objek wisata agar dibatasi 25 persen dari daya tampung, ” pungkasnya. (yun)

Baca juga :  Kematian Babi Juga Terjadi di Samuh, Peternak Enggan Melapor

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini