Dilelang, Tiga Barang Rampasan Perkara Mantan Bupati Candra

0
7
Picsart 02 03 06.02.49
EKSEKUSI LAHAN - Kejaksaan Negeri Klungkung, saat melakukan eksekusi lahan milik I Wayan Candra di eks Galian C.

Semarapura, DENPOST.id

Setelah melalui proses panjang, pihak Kejaksaan Negeri Klungkung
akhirnya melelang eksekusi barang rampasan atas perkara mantan Bupati Klungkung, I Wayan Candra yang telah divonis bersalah dalam perkara korupsi, gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Ada tiga barang rampasan perkara Wayan Candra yang dilelang pihak kejaksaan, dengan harga yang bervariasi.

Pertama sebidang tanah yang dilelang terletak di Desa Tojan Klungkung, dengan luas 850 M2. Tanah yang diatasnamakan I Nengah Nata Wisnaya tersebut, dilelang dengan harga Rp431.800.000 dengan uang jaminan Rp82.760.000. Kemudian aset kedua yang dilelang sebidang tanah yang terletak di Desa Tonja, Denpasar dengan 200 M2. Tanah tersebut, sudah atas nama I Wayan Candra dan dilelang dengan harga Rp613.380.000 dengan uang jaminan Rp122.676.000.

Sedangkan yang ketiga sebidang tanah beserta bangunan yang terletak di Kelurahan Seminyak Kuta, Badung dengan luas 87 M2. Lahan dan bangunan yang diatasnamakan anak Wayan Candra, yakni I Made Maha Dwija Santya tersebut dilelang Rp837.308.000 dengan uang jaminan Rp167.461.600. Pelelangan barang rampasan perkara Candra inipun telah diumumkan pihak Kejari Klungkung melalui media sosial Facebook.

Baca juga :  BST PPKM BadungTernyata Baru Selesai Tahap Validasi

Kasi Intel Kejari Klungkung, Erfandi Kurnia ketika dikonfirmasi, Rabu (3/2/2021) mengakui ada beberapa barang rampasan perkara atas nama terpidana I Wayan Candra yang dilelang. Namun, Erfandi yang baru menjabat sebagai Kasi Intel belum mengetahui secara detail terkait proses lelang tersebut. Karena proses lelang ditangani dibagian lelang barang bukti dan rampasan.

“Barang itu, BB yang sudah jadi rampasan negara. Setelah perkara tersebut, inkrah atau punya kekuatan hukum tetap sehingga barang sitaan tersebut bisa dilakukan pelelangan. Sehingga hasil lelangnya disetorkan ke kas negara,” ujar Erfandi.

Baca juga :  Waspadai Depresi Akibat Covid-19

Dari tiga bidang tanah yang dilelang dalam pengumuman tersebut, Erfandi Kurnia belum bisa memastikan apakah semuanya berkaitan dengan perkara mantan Bupati Klungkung, I Wayan Candra. Pihaknya menyebutkan, aset kedua yakni sebidang tanah di Kelurahan Tonja yang sudah dapat dipastikan berkaitan dengan perkara Wayan Candra.

“Kalau dari tiga ini yang terkait terpidana Candra yang nomor dua (tanah di Kelurahan Tonja), kalau yang dua aset lainnya terkait Wayan Candra atau tidak nanti saya konfirmasi lagi,” ujarnya seraya mengatakan baru bertugas di Kejari Klungkung.

Seperti diketahui, berdasarkan putusan MA, Wayan Candra divonis pidana kurungan 18 Tahun, dan denda Rp10 miliar dengan subsider kurungan 1 tahun 9 bulan. Selain itu, Wayan Candra juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp42 miliar dan beberapa aset yang dimilikinya menjadi barang bukti disita untuk negara. Menindaklanjuti perkara tersebut, pihak kejaksaan tidak hanya melakukan eksekusi terhadap lahan milik Candra di eks Galian C, namun juga telah melakukan penyitaan terhadap uang miliknya sebesar Rp827 juta yang tersimpan di dua bank.

Baca juga :  Klungkung Siagakan Puskesmas di Nusa Penida dan Siapkan Masker N95

Uang yang disita dalam lima rekening tersebut, telah disetor ke kas negara. Semua uang tersebut, disita sebagai hasil gratifikasi yang dilakukan Candra selama menjabat jadi Bupati Klungkung. Selain menyita uang, pihak kejaksaan juga menyita dua rumah milik Candra yang ada di Jalan By-pas IB Mantra (Puri Cempaka)  dan di Kuta. Termasuk kantor milik Candra di Podomoro Jakarta. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini