Tanpa Masker, Dua Turis Rusia Didenda Tim Yustisi

0
5
Konsep Otomatis

Pemecutan Kelod, DenPost

Tim Yustisi Kota Denpasar mendenda dua turis asal Rusia yang tidak memakai masker dalam razia protokol kesehatan (prokes) saat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di perempatan Jl. Teuku Umar-Jl. Imam Bonjol, Kamis (4/2/2021).

Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, turis suami istri asal negara pecahan Soviet ini didenda lantaran tidak mematuhi prokes saat berkendara motor di jalan. Selain didenda diberikan masker dan nasi bungkus gratis. Satu turis Jerman juga salah memakai masker hanya diberi peringatan. ’’Kita tidak pilih kasih baik turis asing maupun masyarakat menjatuhkan sanksi terhadap pelanggar prokes. Kalau tidak memakai masker kita denda dan salah menggunakan masker diberi peringatan sekaligus dibina,’’ kata Anom Sayoga didampingi Kabid Penegak Perda Made Poniman.

Baca juga :  Kunjungi Kanwil Agama RI dan PHDI Bali, Gde Agung Terima Aspirasi Ini

Lebih lanjut Anom Sayoga mengungkapkan, pelanggaran prokes selama PPKM dilakukan masyarakat karena jenuh dan perut lapar belum dapat solusi. Karena perut lapar tidak bisa diobati hanya lewat instruksi atau tindakan penertiban melainkan harus dipikirkan bersama. Razia prokes dan PPKM selama tiga minggu ini bisa dilihat dari beberapa indikator.

Razia PPKM kondisinya seperti ini, apalagi tanpa operasi PPKM peningkatan positif Covid-19 terus melonjak. ’’Kita menyadari tudingan pelaksnaan PPKM tidak efektif karena sampai saat ini belum mendapat jawaban. Karena perut lapar menurunkan kesadaran masyarakat terhadap masyarakat perlu digenjot lagi,’’ ujarnya.

Anom Sayoga mengajak masyarakat terus meningkatkan disiplin prokes dengan mematuhi 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, mengatur jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi bepergian. Kalau masyarakat disiplin dan taat menerapkan prokes otomatis dapat memutus mata rantai penularan virus corona. Karena sosialisasi dan penerapan secara ketat prokes yang dilakukan selama ini guna menghindari penyebaran Covid-19 ini demi kesehatan diri sendiri maupun orang lain. Apalagi pandemi virus corona sampai saat ini belum reda sehingga masyarakat waspada dan tidak mengabaikan prokes. ”Kita wajib dan tidak berhenti saling mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti prokes. Ini salah satu langkah untuk mencegah merebaknya virus corona di Kota Denpasar khususnya,’’ ucapnya.

Baca juga :  Hadir untuk Masyarakat, Pertamina Raih 13 Penghargaan ‘’Nusantara CSR Award 2020’’

Dia menyatakan, razia gabungan yang digelar di perempatan Jl. Teuku Umar-Jl. Imam Bonjol mendenda 13 orang tanpa masker termasuk tiga turis asing dan tiga orang diberikan sanksi social karena salah memakai masker.

Pelanggar prokes tanpa masker terjaring dalam sidak gabungan bukan mencari kesalahan. Namun tetap mengajak masyarakat taat dan patuh terhadap prokes. Semua ini demi kesehatan masyarakat agar tidak menularkan dan tertular Covid-19 yang terus menghantui masyarakat. Kalau virus corona sudah hilang otomatis roda pereknomian di Denpasar pulih seperti sebelum pandemi.

Baca juga :  Satpol PP Amankan Empat Pengamen di Jl. Cokroaminoto

”Kami mengimbau masyarakat tetap berdoa dan nunas ica agar tetap aman sehingga masyarakat bisa beraktivitas tanpa mengesamping prokes. Selian menjaga imun tubuh dan memperhatikan pola hidup besih dan sehat,’’ pinta Anom Sayoga.

 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini