Jalan Tol Bali Mandara Lengang, Ini Penyebabnya

0
6
Karena Ini, Jalan Tol Bali Mandara Lengang
Turun Tajam: Kendaraan yang melewati Jalan Tol Bali Mandara turun tajam membuat situasi agak lengang. (ist)

Kutsel, DenPost

Suasana Jalan Tol Bali Mandara belakangan terpantau sangat lengang dari biasanya. Bahkan hanya dilalui beberapa kendaraan. Terlebih jalur roda dua yang biasanya cukup ramai, Kamis (4/2) terpantau relatif sepi.

Hal ini diduga karena cuaca ekstrim angin kencang dan juga pandemi yang lagi mewabah. Banyak juga hotel di Kutsel yang merumahkan karyawannya sehingga masyarakat yang lalu lalang di tol satu-satunya di Bali  ini menurun drastis.

Pihak BMKG Wilayah III menginfokan berdasarkan pantauan data dari stasiun meteorologi Ngurah Rai terpantau kecepatan angin 31 knot = 57km/jam. Selain itu Rabu malam juga sempat terjadi hujan lebat disertai angin kencang yang menumbangkan beberapa pohon.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, I Ketut Adiputra Karang membenarkan terjadinya penurunan kendaraan yang melewati jalan Tol Bali Mandara. Adi mengungkapkan, pendapatan dan volume lalu lintas di Jalan Tol Bali Mandara memang bergantung kepada pariwisata Bali. “Pada tahun 2020, volume lalu lintas di Jalan Tol Bali Mandara turun rata-rata 70% per harinya,” ungkap Adi.

Baca juga :  Keberadaan Mahasiswi yang Hilang Masih Misterius

Ia mengungkapkan, pada hari-hari normal sebelum adanya pandemi covid 19 di Indonesia, per hari arus lalu lintas yang melintas di Jalan Tol Bali Mandara, mencapai 40-45 ribu kendaraan.

Namun kondisi ini berubah setelah adanya corona, yakni turun hingga menjadi rata-rata 9-12 ribu kendaraan per harinya. Walaupun terjadi penurunan volume lalu lintas secara signifikan, namun aspek kenyamanan, keamanan dan kelancaran Jalan Tol Bali Mandara kata dia tetap sesuai dengan standar pelayanan minimal (SPM) yang ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat dan berlaku diseluruh Jalan Tol di Indonesia.

Seluruh sumber daya operasional seperti Mobile Customer Service, Patroli Jalan Raya (PJR), Ambulance, Rescue, dan Derek disiagakan 24 jam. Selain itu para petugas operasional pun siap memberikan layanan optimal. Termasuk untuk pemantauan kondisi terkini terdapat 50 CCTV, VMS (Rambu Informasi Elektronik) dan Anemometer (alat pengukur Kecepatan angin).

Baca juga :  Di Punggul, Sampah Disulap Jadi Ini

“Kami juga menghimbau pengguna jalan tol yang hendak masuk tol agar selalu menyiapkan uang elektronik dengan saldo yang cukup saat melakukan transaksi di gardu tol. Pengguna jalan tol dapat melakukan pengisian saldo uang elektronik di drive thru top up uang elektronik yang berlokasi di Jalan Pelabuhan Benoa, dibawah Simpang Susun Benoa dan membeli kartu uang elektronik di setiap gerbang tol,” sarannya sembari menambahkan seluruh sumber daya operasional yang disiagakan di Jalan Tol Bali Mandara selalu menerapkan protokol Kesehatan 5M.

“Seluruh Karyawan di PT Jasamarga Bali Tol secara berkala (1 bulan sekali) mengadakan uji swab berbasis antigen, pemberian vitamin pelengkap untuk menjaga daya tahan tubuh, penggunaan masker dan hand sanitizer serta meminimalkan interaksi secara langsung dengan pengguna jalan tol,” bebernya.

Dipaparkan lebih jauh, dampak pandemi covid 19 memang tak bisa terelakkan. Dari segi keuangan dan pendapatan tol terjadi penurunan. Selain itu PT Jasamarga Bali Tol masih memiliki kewajiban untuk membayar bunga kepada bank kreditur serta beban operasional yang cukup besar.

Baca juga :  Keroyok Pemuda Linglung, Petugas Jagabaya Terancam Penjara 12 Tahun

“Perusahaan telah melakukan beberapa inovasi serta melakukan efisiensi di beberapa bidang agar dapat survive dalam kondisi saat ini. Contoh efisiensi yang dilakukan yaitu berupa pengoperasian gardu tol sesuai dengan lalu lintas harian yang dilayani. Selain itu juga biaya perjalanan dinas telah dipangkas habis mengingat saat ini rapat dapat dilakukan secara daring/online,” ungkap Adi.

Saat ini dari pengembangan usaha pihaknya sedang melakukan upaya untuk dapat meningkatkan pendapatan usaha di bidang iklan dan penerapan green toll road. seperti upaya membangun solarcell. “Untuk solarcell sendiri kami melakukan Kerjasama dengan PT Bukit Asam dan saat ini prosesnya sedang dilakukan studi uji kelayakan bisnis oleh LAPI ITB,” pungkasnya. (113)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini