Terkait Penari Rangda Tewas, Begini Penjelasan Plt. Perbekel Pemecutan Kaja

0
52
Terkait Penari Rangda Tewas, Begini Penjelasan Plt. Perbekel Pemecutan Kaja
LOKASI - Lokasi tempat penari rangda yang tewas tertusuk keris saat upacara napak pertiwi di Sanggar Pekandelan Puri Agung Jro Kuta, Denpasar.

Pemecutan Kaja, DENPOST.id

Upacara napak pertiwi yang mengakibatkan penari rangda tewas tertusuk keris di Sanggar Pekandelan Puri Agung Jro Kuta, ternyata tidak dilaporkan ke pihak Satgas Covid-19 Desa Pemecutan Kaja. “Di tengah pandemi Covid-19 dan PPKM di wilayah Desa Pemecutan Kaja, tidak ada laporan untuk penyelenggaraan upacara napak pertiwi itu,” kata Plt. Perbekel Desa Pemecutan Kaja, IB Putu Sudiartha, saat dimintai konfirmasi di kantor desa setempat, Jumat (5/2/2021).

Bahkan Sudiartha mengaku terkejut saat diberikan kabar ada penari rangda yang tewas tertusuk keris di wilayahnya pada Kamis (4/2/2021) pagi. “Kami tidak tahu ada upacara itu dan sampai ada yang meninggal. Saya baru tau setelah diberitahu Babin ada kejadian penari rangda tewas tertusuk keris,” ungkapnya.

Baca juga :  Diduga Serangan Jantung, Pria Lanjut Usia Tewas Saat Kencan

Sementara Kepala Dusun Blong Gede, I Made Rispong Artha Sudanegara, mengakui ada kejadian seperti itu. “Memang ada kejadian penari rangda meninggal karena tertusuk keris. Cuma kami tidak tahu ada upacara di sanggar itu, dan kami akan tindaklanjuti kejadian ini dengan mengadakan rapat bersama prajuru Banjar Belong Gede di Balai Banjar Belong Gede sore ini pukul 15.00 Wita,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Kelian Banjar Blong Gede, I Gede Jaya Atmaja. “Di rumah tempat kejadian itu memang sedang ada upacara pujawali (piodalan) saat rahina Pagerwesi, Rabu (3/2/2021) sore sampai Kamis (4/2/2021) dini hari pada pukul 01.00 Wita. Nah, saat dini hari itu, ada upacara napak pertiwi berupa sasolahan rangda yang diisi dengan kerauhan,” bebernya.

Baca juga :  Pengurus Gianyar Dibekukan, PMI Provinsi Tepis Isu “Cuci Tangan”

Dari informasi yang dia dapat, saat penari rangda masolah diisi dengan pepatih yang menusukkan keris. “Selaku prajuru adat Banjar Blong Gede, kami tidak tahu ada upacara napak pertiwi yang diisi dengan tarian rangda dan diisi dengan pepatih yang menusukkan keris,” ucapnya.

Sementara dari informasi, penari rangda tak sadarkan diri setelah tertusuk keris. Pihak penyelenggara bersama kerabat sempat melihat darah di pakaian rangda yang dikenakan korban. Korban selanjutnya dibawa ke RSUD Wangaya. “Untuk jenazah penari rangda yang tewas ini masih dititipkan di ruang pendingin jenazah RSUD Wangaya,” pungkasnya. (112)

Baca juga :  Akhirnya Ditangkap, Perampok Berpistol SPBU di Jalan Pelabuhan Benoa

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini