Diduga Ada Aksi Tes Kekebalan Sebelum Penari Rangda Tertusuk Keris

0
50
Picsart 02 06 02.04.50
TERTUSUK KERIS - Penari rangda yang tertusuk keris saat masolah dalam upacara napak pertiwi di sanggah salah satu rumah di Jalan Sutomo No. 44, Desa Pemecutan Kaja, Kamis (4/2/2021) sekitar pukul 01.00 Wita.

Pemecutan Kaja, DENPOST.id

Penari rangda yang tertusuk keris saat mesolah dalam upacara napak pertiwi di sanggah salah satu rumah di Jalan Sutomo No. 44, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Kamis (4/2/2021) sekitar pukul 01.00 Wita, diduga diisi aksi tes kekebalan (kedigjayaan). Namun aksi itu berakibat fatal karena penari rangda yang seorang pelajar SMA berinisial Gede NEP (16) malah tertusuk keris pepatih.

“Memang saat Hari Raya Pagerwesi yang merupakan odalan gumi, Rabu (3/2/2021) diadakan piodalan di sanggah salah satu rumah di Jalan Sutomo No. 44 Denpasar. Dalam piodalan sanggah itu, ternyata diisi upacara napak pertiwi nyolahang rangda. Nah, saat masolah itu katanya harus ditusuk dengan keris untuk ngetes kekebalan atau apa saya juga kurang tau. Yang pasti saat ditusuk dengan keris ternyata tembus,” ungkap Kepala Dusun Blong Gede, I Made Rispong Artha Sudanegara, Sabtu (6/2/2021).

Baca juga :  Tertimpa Pohon, Pengemudi Minibus Tewas

Setelah aksi tusuk keris, lanjut dia, penari rangda langsung rebah. Seketika itu juga penari rangda yang rebah dan lemas dibuka kostumnya dan dilihat pakaiannya berisi darah. Sontak hal ini mengagetkan warga dan para sisya yang hadir dalam acara itu. Mereka pun berusaha melakukan pertolongan dan membawa korban ke RSUD Wangaya Kota Denpasar. “Penari rangda itu dalam perjalanan ke RSUD Wangaya sudah meninggal karena kehabisan darah,” kata Rispong.

Baca juga :  Pastikan Jarak Fisik Saat Memeriksa, Dokter Bisa Dibantu Ratna

Setelah kejadian rangda tertusuk keris hingga penarinya tewas, pada Kamis pagi sekitar pukul 07.30 wita kediaman warga yang menjadi lokasi mesolah rangda didatangi kepolisian. “Saya kaget kok ada polisi banyak yang datang. Dari situlah saya baru tahu ada kejadian pada dini hari penari rangda tewas tertusuk keris,” imbuhnya.

Ditanya apakah kediaman warga ini memiliki tapakan rangda, Rispong menyatakan tapakan rangda di rumah itu merupakan tapakan baru. Tidak hanya tapakan rangda, di rumah itu juga ada tapakan barong. Apakah akan ada upacara macaru? Ditanya begitu, Rispong mengatakan, sebagai umat Hindu, tentunya harus ada upacara pecaruan. “Untuk upacara pecaruan sampai saat ini saya belum mendapatkan kabarnya, tapi kemungkinan pecaruan akan dilakukan. Intinya untuk saat ini pihak yang memiliki rumah sedang fokus kepada anak yang meninggal ini,” pungkasnya. (112)

Baca juga :  Soal Menutup Bali, Koster Tunggu Perintah Jokowi

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini