PHDI Denpasar Sayangkan Remaja Terlibat Ritual Sakral

0
26
Picsart 02 06 07.27.37
Ketua PHDI Kota Denpasar, Nyoman Kenak

Tonja, DENPOST.id

Tewasnya seorang remaja dalam ritual napak lertiwi di sanggah salah satu warga di Jl. Sutomo, Denpasar amat disayangkan Ketua PHDI Kota Denpasar, Nyoman Kenak. Keterlibatan remaja dan ritual ngunying itu dinilainya kurang tepat, terlebih saat ini di Denpasar sedang diberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Saya menilai, semestinya remaja tidak dilibatkan sebagai pelaku ritual. Mengapa? Karena kita harus sadari kondisi emosi mereka sangat labil. Bahkan mereka belum banyak memahami makna dan arti dari ritual itu,” ungkapnya, Sabtu (6/2/2021) di Denpasar.

Baca juga :  1 Pasien di Denpasar Dinyatakan Meninggal Covid-19

Menurutnya, remaja umumnya belum paham soal praktik tradisi, budaya, seni maupun agama. Maka seyogyanya, menurut dia, orangtua yang patut memberikan pembinaan, sehingga peristiwa berdarah semacam tempo hari tidak kembali terjadi, dan para remaja tidak menjadi korban.

Dia mengaku sedih melihat peristiwa itu. Dan, menurutnya kejadian itu menjadi citra buruk umat Hindu di kalangan masyarakat umum. “Ini merupakan kelalaian kita semua. Saya mengimbau kepada umat agar tradisi sakral itu tidak dipertontonkan secara terbuka apalagi dikomersilkan,” sarannya.

Baca juga :  PKM Diperpanjang, Dewan Minta Anggaran Petugas Dievaluasi

“Kejadian ini kan sudah berulang kali. Di Jembrana, di Karangasem. Ayolah, ini bukan tradisi yang dipertontonkan. Mari kita introspeksi diri bersama,” imbuhnya. Lebih dalam terhadap kasus itu, dia menilai sejatinya tahap ngunying bisa disiasati dengan melakukan secara simbolis.

Terkait kapasitas PHDI dalam menentukan legalitas sebuah yayasan seni maupun sanggar, Kenak menyebut secara struktural PHDI tidak berkewenangan. Namun dalam konteks mengedukasi umat tentang agama, hal itu menurutnya merupakan kewajiban semua pihak. (106)

Baca juga :  Ini Empat Indikator Mengenal Kondisi Kesehatan Jantung

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini