Yatim Piatu, Penari Rangda Itu Tulang Punggung Keluarga

0
85
Picsart 02 06 08.21.24
I Nyoman Suardana

MENINGGALNYA penari rangda, I Gede NE, menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga. Keluarga korban mengaku sangat terpukul dan kehilangan atas kepergian korban saat prosesi napak pertiwi di sebuah sanggar di kawasan Jalan Sutomo, Denpasar tersebut. Hal itu diakui, I Nyoman Suardana, adik dari kakek korban.

“Almarhum adalah cucu saya. Dia anak yang bertalenta. Cucu saya itu mahir dalam bidang seni, yakni tari dan pewayangan,” ungkapnya seraya mengatakan jika I Gede NE masih duduk di kelas 10 SMK.

I Gede NE merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Yang menyedihkan, korban dikatakan merupakan anak yatim piatu. Orangtuanya disebutkan meninggal akibat sakit. Bagitu juga dengan kakeknya. “Saat ini, korban tinggal bersama nenek dan adiknya,” kata Suardana.

Baca juga :  Penderita Covid-19 Meninggal, Seorang Warga Berstatus ODP

Dikatakan pula, korban selama ini merupakan tulang punggung keluarga.  Agar bisa membiayai nenek serta adiknya yang masih kelas 5 SD, korban dikatakan kerap ngayah menari topeng dan mengajar megambel. Dari aktivitas berkesenian itulah selama ini korban dikatakan mendapatkan uang untuk hidup keluarganya. (yan)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini