Kunjungan Sepi, Omzet Perumda Pasar Sewakadharma Turun

0
5
Picsart 02 07 12.03.04
Dirut Perumda Pasar Sewakadharma Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata.

Dauh Puri, DENPOST

Melemahnya daya beli dan kunjungan masyarakat saat pandemi Covid-19, membuat omzet Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Sewakadharma Kota Denpasar turun di bawah 50 persen.

Padahal Perumda Pasar didukung dua pasar besar, yakni Pasar Kumbasari dan Kereneng namun penunggak sewa kios dan los cukup besar sampai 60 persen. ”Kita mengalami penurunan omzet dari target dipatok tahun 2020 sebesar Rp47,2 miliar hanya terialisasi Rp 43,7 miliar. Syukur pendapatan tahun 2019 bisa kita pertahankan,’’ kata Dirut Perumda Pasar Sewakadharma Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata, Minggu (7/2/2021).

Menurut Kompyang Wiranata yang akrab disapa Gus Kowi ini, kekurangan pendapatan Perumda Pasar Sewakadharma ini banyak pedagang tak membayar sewa kios dan los akibat pandemi virus corona. Pendapatan 16 pasar yang dikelola Perumda Pasar Sewakadharma turun di bawah 50 persen. Umumnya tunggakan cukup pantastis dialami pasar besar, seperti Pasar Kumbasari dan Pasar Kereneng lumayan cukup besar dan omzetnya tidak sampai 20 persen. Pasar Cokro (bekas Tiara Grosir Balun) masuk kategori pasar besar pendapatan ikut turun tajam. Kalau pasar kecil tidak terpengaruh banyak omzetnya turun sampai 60 persen.

Baca juga :  Koster Rayu Menteri Bappenas Kucurkan APBN ke Bali

”Banyak tunggakan sewa kios dan los dan biaya operasional pasar (BOP) harian tercatat sebagai piutang. Mudah-mudahan tahun 2021 ini tidak mengalami kerugian secara pembukuan cukup besar karena adanya baban penyusutan,’’ ujar Gus Kowi.

Gus Kowi mengaku kunjungan ke pasar tidak seramai sebelum Covid-19 melanda Denpasar, khususnya dan dunia umumnya. Situasi perekonomian melemah membuat daya beli masyarakat turun. Hotel-hotel biasanya pasokan dari pasar yang ada di Denpasar sekarang terhenti total, sehingga pedagang mengeluh karena omzet turun dan pengunjung sepi.

Baca juga :  Galang Massa, Koordinator Aksi Bisa Dituding Tantang Pemerintah

Pendapatan yang masuk tahun 2019 sebesar Rp33,9 miliar sudah dipotong pajak. Pendapatan bersih tahun 2020 mencapai Rp34 miliar dan ada peningkatan Rp1 miliar. Dalam perhitungan rugi laba dan dulu dihitung penyusutan Rp2,4 miliar dan sekarang Rp 4,37 miliar. ”Kita kemungkinan mengalami kerugian pendapatan. Namun, hasil audit karena auditor independen menetapkan berapa sebenarnya penyusutan yang dibabankan kepada rugi laba. Penyusutan ini terkait aset yang diserahkan oleh Pemkot Denpasar menjadi aset Perumda Pasar Sewakadharma,’’ jelasnya.

Baca juga :  Jelang Pujawali di Pura Sakenan, PMI Denpasar Lakukan Ini

Dia berharap pendapatan tahun 2021 ini tidak mengalami rugi cukup besar karena ada peningkatan biaya pegawai sebelumnya Rp21,6 miliar dan sekarang menjadi Rp22,5 miliar. Hal ini menyesuaikan gaji pegawai di Perumda Pasar Sewakadharma tidak di bawah UMK (Upah Minimum Kota) dan ini yang dikejar.

Ditanya target pendapatan Perumda Pasar Sewakadharma 2021, Gus Kowi menyatakan pihaknya mematok target Rp50 miliar. “Mudah-mudahan pandemi Covid-19 segera hilang dan apa yang dicanangkan bisa tercapai. Kami menerapkan sistem online parkir dan pungutan pedagang pelataran, sehingga dapat mengurangi kebocoran otomatis pendapatan bisa ditingkatkan,’’ ucap mantan anggota DPRD kota Denpasar dari Fraksi PDI Perjuangan ini. (103)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini