Abrasi Kembali Terjang Pebuahan, Puluhan Rumah Rusak Parah

0
7
Picsart 02 07 05.05.04
ABRASI - Abrasi yang kembali terjadi di Pesisir Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara yang mengakibatkan puluhan rumah rusak.

Negara, DENPOST.id

Gelombang tinggi kembali terjadi di pesisir Jembrana sejak sepekan belakangan ini. Puluhan rumah di pesisir Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara rusak dan hancur akibat abrasi.
Bahkan, Sabtu (6/2/2021) malam beberapa rumah juga kembali terkikis.

Sejumlah warga, Minggu (7/2/2021) mengatakan akibat abrasi yang makin parah, mengikis jalan dan membuat puluhan rumah hancur. Giyem salah seorang korban mengaku rumahnya yang kini tinggal setengah pada Sabtu malam kembali terkikis dan roboh. “Saya bertahan di sini karena sudah tidak punya lahan untuk dibangun. Sudah tidak punya apa-apa. Barang-barang banyak yang hanyut,” kata Giyem yang pedagang ikan ini.

Baca juga :  Dua Siswa SD di Jembrana Lolos KSN-SD Tingkat Nasional

Giyem mengaku jika warga lain banyak yang sudah pindah, namun dia tidak pindah karena tidak punya tempat tinggal. Bahkan dia dan suaminya sempat sakit demam. Dikatakan air akan naik di sore hari dan malam hari hingga dini hari.
Warga mengharapkan agar pemerintah membantu pembangunan senderan pantai, sehingga abrasi tidak terus mengancam perumahan warga.

Merasa prihatin dengan kondisi korban abrasi, sejumlah dermawan dari sebuah kelompok pengajian memberikan bantuan kepada 72 KK yang terdampak abrasi Minggu (7/2/2021).

Baca juga :  Dibobol Maling, Rambut Sedana dan Bunga Emas Raib

Sementara Perbekel Banyubiru, Komang Yuhartono didampingi Kelian Dusun Pebuahan, Kanzan sebelumnya juga mengatakan pihaknya sudah berusaha menjembatani aspirasi warga dan memohon bantuan untuk penanganan abrasi. Karena kewenangan ada di pusat, pihaknya sudah menyampaikan ke Pemkab Jembrana. Akibat abrasi memang membuat pesisir Pebuahan porak poranda. Diharapkan kondisi ini bisa segera diatasi. (120)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini