Niat Sambung Listrik, Warga Tumbu Tewas Tersengat

0
19
Picsart 02 07 07.14.25
TERSENGAT LISTRIK - Almarhum I Gede Putra, tewas tersengat listrik saat berniat menyambungkan listri ke rumah baru dibangun.

Amlapura, DENPOST.id

Nasib tragis menimpa I Gede Putra (41) asal Banjar Dinas Kebon Tumbu, Desa Tumbu, Karangasem. Niat melakukan sambungan listrik ke sebuah rumah baru milik kerabatnya, korban malah tewas tersengat listrik. Padahal esok pihak keluarga berencana melaksanakan upacara melaspas di sebuah rumah yang ikut dibangun Putra.

Kanit Reskrim Polsek Karangasem, Iptu Gede Wirya mengungkapkan awal kejadian bermula saat Putra melakukan penyambungan listrik kurang hati-hati yang bersumber dari rumahnya sendiri sekitar 75 meter sebelah selatan dari TKP. “Kedua ujung kabel menggunakan steker, sementara di sumber listrik masih tersambung dan korban memegang di taker yang ada di TKP, sehingga aliran listrik mengenai tangan kirinya. Hasil pemeriksaan korban diduga meninggal dunia karena luka bakar akibat sengatan listrik yang terdapat di telapak tangan kiri, serta jari tengah,” ungkap Wirya.

Baca juga :  “Adu Jangkrik”, Dua Truk Tangki BBM Ringsek

Informasi di lapangan menyebutkan sebelum kejadian, firasat sudah dirasakan kerabat korban Made Sukantiyasa yang sempat memperingatkan korban beristirahat usai makan siang. “Jadi ipar korban, I Ketut Bagus berencana melaksanakan upacara melaspas rumah yang baru dibangun. Proses menggarap rumah tersebut, dilakukan bersama-sama korban, Bagus dan satu kerabat lagi Made Sukantiyasa,” ujar Wirya.

Mulai pukul 08.00 Wita, korban bersama Sukantiyasa membantu mempersiapkan upacara. “Termasuk korban membantu menyambungkan aliran listrik,” imbuhnya. Kemudian sekira pukul 11.30 Wita, kedua kerabatnya di atas bersama korban istirahat dan makan siang bersama, setelah makan siang Sukantiyasa sempat mengingatkan korban agar beristirahat. “Ia sempat bilang jangan dulu kerja biar nasinya turun, sebentar selesaikan kerjanya. Namun korban tidak menjawab, selanjutnya korban menyambung listrik yang berada di depan rumah tanpa diketahui oleh kerabannya. Ia menuju belakang rumah,” ucap Wirya.

Baca juga :  Penumpang Via Bandara Ngurah Rai Masih Fluktuatif

Kata-kata tersebut seolah jadi firasat, selang 30 menit Bagus hendak mengambil tutup panci ke belakang rumah, tiba-tiba ia melihat korban telungkup. Spontan ia langsung berteriak memanggil nama korban, serta bergegas mendekati dan membalikkan tubuh korban. Tapak korban mengeluarkan darah dari muka.
“Ia langsung berteriak dan ibu-ibu yang kebetulan membantu berhampuran ke belakang rumah. korban digotong menuju jalan rabatan beton yang berjarak sekitar 100 meter dari TKP. Saat itu, korban diperiksa tidak lagi ada nafasnya maka semua warga yang datang membantu bersepakat untuk mengajak korban ke rumahnya dan selanjutnya korban ditidurkan di bale-bale yang terletak di pekarangan rumah sebelah timur, ” pungkasnya. (yun)

Baca juga :  Kasus Positif Covid-19 Dipastikan Masih Melonjak

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini