Dijadikan Tersangka, Warga Belanda Minta Perlindungan ke Polda

0
12
Dijadikan Tersangka, Warga Belanda Minta Perlindungan ke Polda
PENGGELAPAN - Jhon Winkel yang menjadi tersangka dalam kasus penggelapan di perusahaannya.

Kereneng, DENPOST.id

Dilaporkan dalam kasus dugaan penggelapan uang perusahaan, pimpinan PT Mitra Prodin, Jhon Winkel (66) ditetapkan sebagai tersangka. Merasa tidak bersalah dan kasus yang menjeratnya merupakan upaya penggulingannya sebagai presiden direktur, pria asal Belanda itu lantas meminta perlindungan hukum ke Polda Bali.

Bos perusahaan kertas linting rokok itu awalnya dilaporkan Antony Rhodes selaku komisaris di perusahannya, pada awal November 2020 lalu. Jhon dituding menggelapkan uang perusahaan sejak tahun 2016 sampai 2019 sebesar Rp 1,7 miliar. Kemudian pada 28 Januari 2021, Jhon Winkel ditetapkan sebagai tersangka oleh Dit. Reskrimum Polda Bali.

Baca juga :  Kebakaran di Jalan Kembang Matahari Hanguskan Dua Toko dan Mobil CRV

Meski telah menyandang status tersangka, Jhon Winkel bersikukuh tidak melakukan penggelapan. Uang yang dituduh digelapkannya telah dikembalikan ke perusahaan. “Saya awalnya kasbon Rp 1,7 miliar. Setelah diaudit oleh perusahaan, ternyata saya diwajibkan membayar Rp 2,6 miliar. Dan, sebelum saya dilaporkan uang itu telah saya kembalikan ke perusahaan,” beber Jhon Winkel, Minggu (7/2/2021).

Jhon Winkel kemudian mengaku dituduh melakukan penggelapan, karena menurut manajemen perusahaan, jumlah uang yang dikembalikan tidak sesuai dengan yang diambil olehnya. “Dari divisi keuangan, saya dituduh memakai uang perusahaan Rp 3,2 miliar. Jumlah tersebut katanya berdasarkan audit dari komisaris. Sementara saya selaku presiden direktur dan pemilik saham mayoritas tidak pernah dimintai klarifikasi dalam dua kali audit itu,” katanya.

Baca juga :  Lagi, 12 Pasien Sembuh dan Positif 8 Orang

Sementara Dir Reskrimum Polda Bali, Kombes Djuhandani Rahardjo Puro, membenarkan jika kasus dugaan penggelapan tersebut sudah naik ke penyidikan. Berdasarkan gelar perkara yang dihadiri oleh seluruh peserta gelar, baik penyidik dan pengawas penyidikan serta pengawas terkait penyidik sudah menaikkan status terlapor (Jhon) menjadi tersangka.

Rahardjo menegaskan proses pemeriksaan perkara itu dilakukan sesuai dengan SOP. Dikatakannya, seseorang ditetapkan sebagai tersangka atas suatu perbuatan atau suatu tindak pidana harus jelas tindak pidananya. Ada bukti-bukti perbuatan pidana terjadi. Kemudian bukti-bukti itu juga berhubungan dengan seseorang yang melakukan perbuatan itu, yang akan menjadi tersangka. “Yang jelas penyidik melakukan tugas secara profesional. Proses penetapan tersangka melalui proses mekanisme penyidikan. Kalau tersangka mengajukan perlindungan hokum, itu haknya,” tandasnya. (124)

Baca juga :  Warga Denpasar Soroti Reklame Bodong

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini