Gupbi Cemaskan Babi Selundupan, Distan Siap Bagikan 1.000 Bibit

0
5
Gupbi Cemaskan Babi Selundupan, Distan Siap Bagikan 1.000 Bibit
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, IB. Wisnuardhana

Sumerta Klod, DENPOST.id

Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (Gupbi) Bali dicemaskan serangan babi selundupan ke Bali. Selain melanggar Pergub Bali Nomor 33 Tahun 2005, babi selundupan itu diduga terjangkit demam babi yang kemudian menulari babi di Bali dan membuat babi di Bali banyak mati, seperti wabah pada tahun 2020 lalu.

Itu diungkap Ketua Gupbi Bali, I Ketut Hari Suyasa, ditemui belum lama ini di Denpasar. Dia berharap Pemerintah Provinsi Bali segera menyikapi kondisi ini dengan memberikan bibit babi kepada peternak.

Dugaan penyelundupan daging babi juga diungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, IB. Wisnuardhana. Diwawancarai Senin (8/2/2021), dia menerangkan harga babi belakangan ini naik. Tidak saja di Bali, itu juga terjadi daerah konsumen babi seperti di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Baca juga :  OTG Membludak, Bali Tambah Kapasitas Karantina

“Karenanya harga babi di Bali otomatis naik. Maka terjadilah persaingan pasar. Ada penyelundupan daging babi. Kemungkinan juga babi hidup,” ungkapnya. Dalam praktiknya, pengawasan terhadap pencegahan masuknya daging babi ke Bali dilakukan balai karantina. Namun belum banyak ditemukan.

Dia menyebut, sebelumnya ada dua upaya penyelundupan daging babi yang berhasil digagalkan dan telah diproses secara hukum. Pertama, dugaan penyelundupan daging babi dari NTB. Kedua, pengiriman daging babi melalui darat yang mengalami kecelakaan di Jembrana. Meski gagal, pemeriksaan tetap dilakukan.

Baca juga :  Bendesa Agung Apresiasi Adaptasi Pecalang Amankan Wilayah

“Kita langsung turun bersama Balai Veteriner mengecek apakah ternak itu mengandung virus yang menular kepada babi yang lain. Ternyata tidak,” bebernya.

Menyikapi kecemasan para peternak babi, dia menerangkan Pemerintah Provinsi Bali telah menganggarkan bantuan 1.000 bibit babi kepada peternak prioritas. “Seizin pak Gubenur, tahun ini sudah kita anggarkan di APBD,” katanya. Bantuan itu disebar kepada peternak yang babinya banyak mati akibat demam babi yang mewabah tahun lalu. Dari pemetaan, daerah yang terdampak demam babi meliputi, Kabupaten Badung, Tabanan, dan beberapa di Kota Denpasar.

Baca juga :  Sepuluh Duktang Tanpa Identitas Dipulangkan

Dari peninjauan  fakta di lapangan, Wisnuardhana menyebut saat ini Bali aman dari penularan demam babi, sehingga dipandang sudah dapat beternak kembali. Pada Maret 2020 lalu, pihaknya menyarankan peternak agar sementara tidak melakukan restoking selama enam bulan berikutnya. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini