Kejari Endus Bau Tak Sedap di PMI Gianyar

0
7
Picsart 02 08 07.45.31
Kasi Pidana Khusus Kejari Gianyar, Putu Gede Darmawan, didampingi Kasi Intel Kejari Gianyar, Gede Ancana.

Gianyar, DENPOST.id

Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar mengendus bau tidak sedap adanya dugaan kesalahan penggunaan dana di Palang Merah Indonesia (PMI) Gianyar. Bahkan Kejari Gianyar sudah melakukan penyelidikan.

Hasil penyidikan sejak 11 Desember 2020, Kejari Gianyar melihat ada kesalahan penganggaran dana hibah pada tahun 2017, 2018 dan 2019. Nilai kerugian, ditaksir mencapai setengah miliar.

Kasi Pidana Khusus Kejari Gianyar, Putu Gede Darmawan didampingi Kasi Intel Kejari Gianyar, Gede Ancana, Senin (8/2/2021) membenarkan penyidikan di tubuh PMI Gianyar. “Kami memulai 11 Desember 2020. Ini baru awal, belum bisa memberitahu siapa pelaku dan tersangka  dan ini karena baru awal,” kata Darmawan.

Baca juga :  Diduga Rem Blong, Truk Nyungsep ke Jurang

Darmawan mengaku perbuatan melawan hukum sudah ditemukan berkaitan dengan dana hibah dari 2017 sampai 2019. Dikatakan Darmawan, PMI Gianyar secara rutin mendapat dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Gianyar setiap tahun. Jumlah hibah yang digontor pemerintah nilainyapun bervariasi.
Untuk bantuan hibah tahun 2017 mendapat Rp1,2 miliar, di anggaran induk tahun 2018 mendapat Rp1,2 miliar, di anggaran perubahan 2018 sebesar Rp790 juta, serta tahun 2019 kembali memperoleh Rp1,2 miliar.

Baca juga :  Kontak dengan Pedagang— Sekeluarga di Gianyar Terpapar Corona

“Ada penggunaan dana hibah diduga di luar RKA (Rancangan Kegiatan dan Anggaran) yang diajukan tanpa melalui prosedur perubahaan RKA sebagaimana semestinya. Padahal kegiatan sudah dianggarkan oleh organisasi PMI Gianyar,” jelasnya.

Pihaknya merinci ada pembayaran alat habis pakai berupa Reagen (alat laboratorium). “Pembayaran ini (Reagen) sudah ada dianggarkan tersendiri di Unit Transfusi Darah. Di mana sistem pembayaran berutang, tapi ditutupi dengan dana hibah. Karena dana hibah tidak bisa terserap, sehingga dana dialihkan untuk pembayaran alat itu,” katanya.

Baca juga :  Lama Lowong, 7 Jabatan di Pemkab Gianyar Segera Terisi

Bila dana hibah tidak terserap, semestinya dikembalikan ke kas daerah, namun ini dipergunakan membayar utang.
Pembayaran alat yang dialihkan ke hibah menyebabkan dana hibah tak terserap sesuai peruntukan.

Atas kejanggalan tersebut, Kejari Gianyar telah memanggil sejumlah pihak. “Hingga saat ini saksi diminta keterangan 22 orang dan masih pengembangan,” terangnya.

Mengenai kerugian negara, pihaknya memperkirakan nilainya mencapai Rp500 juta. (116)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini