Aksi Bobol ATM Nasabah Bank Ternyata Dikendalikan Napi LP Kerobokan

0
16
Picsart 02 09 11.40.25
DITANGKAP - Dua kelompok jaringan skimming yang membobol ribuan data nasabah bank di Bali berhasil ditangkap polisi.

Kereneng, DENPOST.id

Aparat Dit. Reskrimsus Polda Bali mengungkap dua kelompok jaringan skimming yang membobol ribuan data nasabah bank di Bali. Dari dua kelompok itu, polisi menangkap tujuh orang tersangka. Bahkan, satu kelompok disebut dikendalikan oleh napi di LP Kerobokan.

Direktur Reskrimsus Polda Bali, Kombes Pol. Yulias Kus Nugroho, mengatakan, dari kelompok pertama diamankan 4 orang tersangka. Mereka semua merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). “Para tersangka ditangkap di wilayah Denpasar, pada 8 Januari 2021,” ungkapnya, Selasa (9/2/2021).

Masing-masing tersangka, Aris Said asal Jember yang merupakan mantan napi narkoba. Edang Indriyawati, istrinya Aris. Putu Rediarsa asal Buleleng, mantan napi kasus pengelapan. Dan, Cristopher B Diaz asal Papua, mantan napi narkoba. “Para tersangka dikendalikan oleh seorang napi asal Bulgaria bernama Dogan, yang mendekam di LP Kerobokan,” beber Yulias.

Baca juga :  Di Denpasar, Sudah 7.025 Naker Dirumahkan

Menurut Yulias, keempat tersangka bertugas menarik uang menggunakan kartu ATM palsu yang sudah berisi data dari nasabah bank yang telah dibobol sebelumnya. Kartu itu diberikan oleh Aldo yang juga napi di LP Kerobokan. “Masih didalami bagaimana cara mereka melakukan transaksi dan penyerahan kartu. Sebab pelaku utamanya ada di LP Kerobokan,” paparnya, seraya mangatakan pihaknya menyita 234 kartu ATM palsu dari tangan para tersangka.

Baca juga :  Penjahat Kelas Kakap Diciduk di Jalan Danau Tempe

Sementara kelompok kedua, sambung Yulias, ditangkap tiga orang tersangka, di wilayah Denpasar pada 25 Januari 2021. Ketiganya sama-sama berasal Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni Junaidin, Alamsyah dan Miska. “Kelompok ini dikendalikan oleh warga Tiongkok dan Malaysia,” imbuhnya.

Ketiga tersangka berperan nemasang alat skimming di mesin ATM. Selanjutnya setelah didapatkan data para nabasah, lalu kartu itu digandakan oleh orang Malaysia. Setelah kartu ATM palsu dikirim ke Bali, para tersangka menarik uang di sejumlah ATM yang dikendalikan dari Malaysia. “Mereka ini merupakan pelaku skimming lintas negara dan provinsi. Lokasi aksi kejahatannya antara lain, Bali, Tarakan, Surabaya, Jember, Solo, Bima, Sumbawa, Kupang dan Palembang,” imbuhnya.

Baca juga :  Sebelum Terbakar, Inna Bali Beach Diduga Disambar Petir

Dari pengungkapan kasus itu, petugas menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, 4 laptop, 1.162 kartu ATM palsu, uang Rp 6,9 juta, alat pembaca atau menulis kartu, kamera kecil empat unit, dan berbagai alat skimming yang biasa disebut router. (124)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini