Benda Sakral Curian Jarang Terdeteksi, Diduga Dioper ke Kolektor

0
7
Picsart 01 23 08.19.19
MIRIP PRATIMA - Polisi dari Polsek Tampaksiring dan Polres Gianyar melakukan olah TKP temuan benda menyerupai pretima, Sabtu (23/1/2021) lalu. DENPOST.id/dok

Ubung, DENPOST.id

Pencurian benda sakral di pura bukanlah kabar baru. Aksi ini hampir terjadi setiap tahun di Bali. Namun yang menarik, benda sakral curian itu sangat jarang terdeteksi atau ditemukan. Seorang pemerhati pura di Bali, Iwan Pranajaya, mengungkapkan sebagian benda sakral curian yang terdahulu itu dioper kepada penadah yang juga kolektor.

“Dalam segi ekonomi, pecinta benda antik itu sudah kadung ada juga yang penadahnya. Kalau sekarang ini penadah benda curian seperti itu wajib dikenakan sanksi,” ungkapnya saat diwawancarai Rabu (10/2/2021).

Baca juga :  Covid-19 di Kota Denpasar, 17 Pasien Sembuh dan Positif 20 Orang

Namun dia mengaku segan mengungkap nama daerah maupun oknum penadah itu. “Kalau yang dulu itu, tapi tidak berani sebut nama. Dulu ada (penadahnya). Kebetulan saya sempat menangani kasus itu,” ungkapnya. Namun ada dugaan praktik koleksi benda sakral curian itu masih terjadi.

Dia menyebut, belum lama ini ada seseorang menawarkan benda sakral yang diduga curian kepadanya. Namun ia menolak. Baginya, meski itu awalnya benda sakral, namun ketika telah berpindah tangan dan bahkan berpindah dengan cara dicuri, nilai kesakralannya telah sirna. (106)

Baca juga :  Hilangkan Rasa Bosan Siswa Belajar di Rumah, Ini Solusinya

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini