Masa Pandemi Jadi Berkah Petani Vanili

0
6
Picsart 02 10 07.29.16
BUDIDAYA VANILI - I Wayan Rinaya, saat menunjukkan budidaya vanili di pekarangan rumahnya di Desa Ambengan, Sukasada, Rabu (10/2/2021).

Singaraja, DENPOST.id

Wabah Covid-19, nyaris melumpuhkan semua sendi perekonomian masyarakat di masa pandemi. Namun tak demikian yang dirasakan para petani vanili. Justru, wabah Covid-19 dianggap berkah bagi para petani “emas hijau” ini.

“Kita anggap berkah, kenapa begitu? Harga masih stabil di kisaran tiga juta perkilo dan kita masih bisa stok jika belum ada buyer (pembeli-red),” ucap Ketua Petani Vanili Buleleng, I Wayan Rinaya, Rabu (10/2/2021) saat ditemui dirumahnya.

Baca juga :  Bingung dan Sempat Diamankan, Seorang Kakek Akhirnya Dijemput Keluarganya

Kendala yang dialami hanya masalah transportasi pengiriman, karena ada protap yang diterapkan masing-masing wilayah. Justru dengan masa pandemi ini, petani vanili yang dikenal dengan petani yang tekun bisa berinovasi dengan menanam vanili di pekarangan rumah. “Vanili termasuk jenis tanaman nusantara yang bisa tumbuh dengan baik di mana saja. Saya sudah coba taruh dalam pot di lantai tiga, toh hasilnya baik,” ungkapnya.

Baca juga :  Hujan Lebat, Rumah Tertimbun Longsor

Dia pun mengajak anggotanya yang tersebar di seluruh Buleleng bahkan Bali, untuk tidak menyerah menghadapi masa pandemi. Karena dengan menanam Vanili di pekarangan rumah akan menambah penghasilan dan mendukung prokes untuk tidak kemana-mana selama pandemi. “Pekarangan rumah bisa kok dimanfaatkan, selain menghasilkan rumah kita juga sejuk dan aktivitas kita juga keluar rumah berkurang,” imbuhnya.

Bagi yang berminat, pihaknya menyediakan bibit dengan sulur 2 meter seharga Rp200 ribu dan dua tahun sudah bisa panen dengan pupuk organik. (118)

Baca juga :  Warga Prasejahtera Desa Batuan Dilatih Menjahit

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini