Bulan Bahasa Bali, 25 Generasi Muda “Ngreka Baligrafi”

0
6
Picsart 02 10 09.15.58
NGREKA BALIGRAFI - Workshop Ngreka Baligrafi serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali 2021, berlangsung di Lantai 1 Gedung Ksirarnawa, Art Center Provinsi Bali, Rabu (10/2/2021).

Sumerta, DENPOST.id

Workshop Ngreka Baligrafi serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali 2021, berlangsung di Lantai 1 Gedung Ksirarnawa, Art Center Provinsi Bali, Rabu (10/2/2021).

Kegiatan sastra ini, diikuti sebanyak 25 peserta. Mereka merupakan generasi muda atau kalangan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Bali, serta penyuluh Bahasa Bali dari berbagai daerah di Bali.

Made Susila Putra memberikan pengetahuan dasar dalam karya seni Baligrafi, yakni pengetahuan dasar aksara, baik dalam penyesuain, penempatan detail, seperti gantungan, gempelan dan lainnya.

Baligrafi bagian dari seni rupa menggunakan dasar-dasar seni yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa (Baligrafi), di antaranya titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, gelap terang dan lainnya.

Baca juga :  Tanpa Masker, Dua Pemotor Didenda Plus Dihukum Push Up

“Kami memberikan dasar-dasar yang simple, karena Baligrafi ini juga bagian dari unsur-unsrus seni rupa,” terangnya.

Menurutnya, untuk bisa ngreka baligrafi, para peserta harus memahami terlebih dahulu unsur seni rupa, lalu memahami unsur aksara. Setelah itu, baru memadukan aksara dengan unsur seni rupa itu untuk menjadi sebuah karya Baligrafi.

“Baligrafi itu seni menulis dengan menggunakan aksara Bali. Singkatnya membuat kaligrafi dengan menggunakan aksara Bali. Ini mesti difamiliarkan, karena belum terlalu banyak yang mampu melakukannya. Maka itu, perlu dikembangkan,” ujarnya.

Menurut dia, belajar Ngreka Baligrafi ini sangat penting karena sebuah budaya Bali yang tidak dimiliki oleh daerah lain bahkan negara lain. Ini merupakan akar budaya yang kuat, sehingga perlu dipelajari.

Baca juga :  Giatkan Pariwisata, Pangdam IX/Udayana Dukung Rombongan Umrah The POS

“Saat ini pariwisata masih down, maka ini menjadi kesempatan supaya belajar lagi tentang budaya-budaya yang belum tergali. Apalagi Pemerintah Bali sudah menerapkan aksara Bali pada nama-nama intansi, maka itu sebagai sebuah cara untuk belajar aksara Bali dan Baligrafi,” ucapnya.

Sementara Made Reland Udayana Tangkas dalam makalahnya yang berjudul Baligrafi; Petemuan, Aksara, Sastra dan Rupa mengawali pembicaraannya dengan menjelaskan awal mula Baligrafi yang diperkenalkan berawal dari sebuah Festival Baligrafi Internasional pada 2013, di Museum Gunarsa.

Baca juga :  Pramuka Wajib Adaptif Di tengah Pandemi

Baligrafi penting dilakukan, karena merupakan budaya Bali yang adiluhung. Apalagi di jaman globalisasi ini Ngreka Baligrafi sebagai ajang untuk melestarikan Budaya Bali.

Sedangkan Penjabat Pelaksana Teknis Bulan Bahasa Bali 2021, Made Mahesa Yuma Putra mengatakan Ngreka Baligrafi merupakan kegiatan workshop yang disamput antosias para genarasi muda.

“Peserta yang berminat cukup banyak, namun karena dalam suasana pendemi Covid-19, peserta kemudian dibatasai yang hanya 25 saja. Selain itu, penerapan protokol kesehatan menjadi bagian dari krialoka, seperti memakai masker, mencuci tangan, cek suhu dan menjaga jarak,” jelasnya. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini