Penerima Plasma Konvalesen Wajib Cari Donor Pengganti

0
4
Penerima Plasma Konvalesen Wajib Cari Donor Pengganti
Ketua Unit Transfusi Darah PMI Provinsi Bali, dr. I Gede Wiryana Patra Jaya

Dangin Puri, DENPOST.id

Kesadaran penyintas Covid-19 dalam mendonorkan plasma konvalesen sejatinya telah meningkat. Itu seiring meningkatnya intensitas program donor darah yang digelar lintas lembaga. Seperti TNI, Polri hingga BUMN.

Kendati begitu, kebutuhan plasma konvalesen belum dapat terpenuhi. Demikian dikatakan Ketua Unit Transfusi Darah PMI Provinsi Bali, dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, ditemui saat donor konvalesen yang digelar serangkaian HUT ke 60 Korem/ 163 Wira Satya di Makorem 163/ Wira Satya, Denpasar.

Baca juga :  Banjir Bandang Terjang Medewi, Jembrana

“Maka keluarga pasien terpaksa kami gerakkan untuk mencari donor pengganti plasma konvalesen,” terangnya.

Kondisi itu telah dimaklumi oleh keluarga pasien, sehingga sebagian sudah mulai bergerak mencari pendonor pengganti. Dia menerangkan, keterbatasan plasma konvalesen disebabkan beberapa faktor. Pertama, menerima informasi yang belum utuh. Sebab masih banyak penyintas Covid-19 yang takut imunitasnya menurun setelah mendonorkan plasma konvalesen.

“Mereka merasa kalau diambil plasmanya, antibodinya menurun. Itu tidak benar. Sebab kami mengambilnya dengan perhitungan,” kata Parta.

Baca juga :  Kewalahan, RSUD Klungkung Ubah Ruang VIP Jadi Ruang Isolasi

Penyebab lain adalah jarak tempuh untuk menjalani donor. Contohnya, ketika penyintas asal Karangasem yang ingin donor, maka dia harus ke Denpasar.

Menyikapi masalah jarak tadi, PMI Provinsi Bali telah bekerjasama dengan pihak swasta agar mesin apheresis (metode pengambilan darah) bisa menjangkau daerah-daerah. “Dua minggu lalu kami berkerjasama dengan pihak swasta untuk menyiapkan mesin apheresis yang mobile,” imbuhnya.

Penyebab lain adalah skrining yang ketat. Seorang penyintas yang dapat mendonorkan konvalesen dikatakannya harus memenuhi standar. Salah satunya memastikan titer antibodi memenuhi standar. Tak jarang penyintas yang diperiksa ternyata titer antinodinya di bawah standar. Kalau terhadap mereka tetap didonor, maka kualitas plasma konvalesennya juga rendah.

Baca juga :  Ukur Kemampuan Kognitif, Bapaslon Jalani Uji Psikologi

“Jadi mereka yang OTG, dikarantina, tidak semua terbentuk antibodi,” pungkasnya. Di Makorem 163/ Wira Satya, donor diikuti sebanyak 30 penyintas. Dari jumlah tersebut hanya 8 penyintas yang lolos skrining. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini