Harapan Wisatawan Datang Dinilai Kian Jauh dari Kenyataan

0
5
Harapan Wisatawan Datang Dinilai Kian Jauh dari Kenyataan
Nyoman Rutha Ady

Kuta, DENPOST.id

Pariwisata Bali benar-benar terpuruk. Seperti yang terlihat di kawasan Kuta dan Legian. Suasana begitu lengang hampir di seluruh jalanan di Kuta dan Legian. Apalagi di kawasan pantai yang nyaris tidak terlihat ada pergerakan ekonomi.

Kondisi ini diakui salah seorang tokoh masyarakat Legian, Nyoman Rutha Ady.  Dimintai komentarnya, Kamis (11/2/2021), Rutha Ady mengatakan kalau harapan datangnya wisatawan semakin jauh dari kenyataan. Dampak terpuruknya sektor pariwisata bukan hanya dirasakan oleh pengusaha dan pekerja di sektor tersebut, tetapi sudah meluas menimpa sektor lain.  “Sejak awal menyebarnya pandemi Covid-19, sudah saya ingatkan bahwa perekonomian Bali akan sulit berkembang tanpa bangkitnya pariwisata,” katanya.

Baca juga :  Partisipasi Masyarakat di Pilkel Badung Capai 90 Persen

Diakuinya Bali masih punya potensi pengembangan sektor pertanian. Tetapi ia menilai hal itu tidak akan mampu mendongkrak pertumbuhan perekonomian Bali. Alasannya, hasil produksi  pertanian termasuk perikanan juga mengandalkan serapan dari sektor hotel dan restoran. “Kalau tidak ada hotel, restoran dan tempat-tempat hiburan yang juga menyediakan sarana kuliner beroperasi normal, siapa yang akan membeli produksi petani kita?” tanyanya.

Dalam kondisi  sulit seperti sekarang ini, mantan Ketua PHRI Badung itu berharap pemerintah juga memikirkan pola kebijakan yang bisa mengantisipasi semakin terpuruknya perekonomian masyarakat khususnya di Bali. “Rakyat paham pentingnya menjaga kesehatan dengan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Tetapi perlu diimbangi dengan memberikan peluang usaha bagi pengusaha menengah dan mikro untuk berkreasi dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Seperti penambahan jam buka selama PPKM berskala mikro yang sebelumnya sampai pukul 20.00 menjadi pukul 21.00 wita,” sarannya.

Baca juga :  Meski Tak Indahkan Maklumat Kapolri, Penyelenggara Tajen Tak Ditindak Polisi

Menyinggung masih tertutupnya pintu bagi wisatawan asing masuk ke Bali dan Indonesia secara umum, Rutha Ady bisa memahaminya karena negara lain juga masih menutup pintu bagi warga negaranya untuk bepergian ke luar negeri. “Tetapi kita tidak boleh menyerah dan pasrah dengan keadaan saat ini. Saya harapkan pemerintah lebih mengedepankan aspek edukasi terhadap warga masyarakat yang mungkin masih belum memenuhi aturan protokol kesehatan,” tambahnya.

Baca juga :  Buruh Bangunan Diduga Tewas Dikeroyok

Masalahnya, lanjut Rutha Ady, sekarang ini masyarakat sedang dilanda rasa kecemasan atas kondisi kehidupan keluarga mereka yang minus penghasilan. “Kalau sedikit-sedikit warga dikenai sanksi, dampaknya akan menimbulkan aspek psikologis yang semakin memperparah kehidupan mereka,” tandasnya. (113)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini