Pengelola Jasa Kano “Mesadu” ke Sandiaga Uno

0
3
Picsart 02 12 01.39.47
DENGARKAN CURHAT - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, saat mendengar curhat dari pedagang dan pengelola jasa kano di Pantai Pandawa.

Kutuh, DENPOST.id

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, Kamis (11/2/2021) petang mengunjungi DTW Pantai Pandawa. Sebelum ke Pandawa, Sandi juga menyempatkan diri melihat kondisi lapangan bola yang ada di Gunung Payung Desa Kutuh.

Begitu menginjakkan kaki di Pantai Pandawa, Mantan Wakil Gubernur DKI ini langsung menyapa pengelola jasa kano dan pedagang yang ada di Pantai Pandawa. Kehadiran Sandi didampingi Wabup Badung Ketut Suiasa, disambut Bendesa Adat Kutuh, Nyoman Mesir dan Ketua New Normal Pantai Pandawa, Wayan Duartha, serta Pj. Perbekel Kutuh, Wayan Badra.

Baca juga :  Covid-19 di Jembrana, Kasus Harian 55 Orang dan Satu Orang Meninggal

Salah seorang pengelola jasa kano, Wayan Wakil mengeluhkan kondisi yang sangat sulit karena tiadanya wisatawan akibat pandemi. Bahkan penurunan terjadi sampai 90 persen.

Mesir menambahkan dengan kondisi parah ini, dia menduga masyarakat akan bisa bertahan hanya sampai Maret 2021. Beruntung ada program padat karya penanaman terumbu karang yang membuat warga masih sedikit bisa bernafas.

Menerima pengaduan tersebut, Sandiaga Uno menyampaikan keprihatinannya.
Sebab, kondisi Desa Kutuh sangat terpuruk akibat pandemi ini. Di mana, kondisi ini berdampak pada lebih dari 200 usaha kecil dan 290 tenaga kerja, serta 3.000 lebih warga di Desa Adat Kutuh yang ekonominya sangat merosot. Melalui pertemuan dengan para tokoh tersebut, dia akan melakukan langkah strategis secara cepat, tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu.

Baca juga :  Indeks La Nina Alami Peningkatan, Puncak Musim Hujan Diprediksi Januari

Apalagi kata Bendesa Kutuh, ketahanan ekonomi warga ini hanya bisa bertahan hingga sampai Maret. Kondisi ini tentu menjadi satu kedaruratan yang harus segera disikapi. Berdasarkan diskusi dengan beberapa pihak, lanjut dia, ada sejumlah program yang akan segera digarap, yakni program padat karya, program stimulus, program bansos, program bersih, sehat, aman atau bisa, serta program CHSE. Program-program tersebut, nantinya diharap bisa menggerakkan aktivitas di masyarakat yang harus dieksekusi secara cepat. (113)

Baca juga :  Dewan Beri Catatan LKPJ Bupati Badung Tahun 2019

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini