Perbekel dan Kelian Dinas Tertangkap OTT

0
18
Picsart 02 12 05.39.09

Gianyar, DENPOST.id

Perbekel Desa Melinggih, INS dan Kelian Dinas Banjar Geria, NP tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT), Kamis (11/2/2021). Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Gianyar.

Mereka diamankan beserta barang bukti total Rp5 juta. Informasi yang dihimpun, Jumat (12/2/2021) kasus ini berawal dari Kelian Dinas Banjar Geria sempat minta pelicin untuk mengeluarkan tanda tangan dan stempel untuk pengurusan jual beli tanah. Pemohon yang merupakan warga Payangan, namun tinggal di Denpasar akhirnya membawa uang Rp5 juta. Uang tersebut, kemudian dibagi dua.

Baca juga :  Kasus Adat di Desa Adat Jero Kuta Pejeng, Puluhan Warga Datangi Kantor Ini

Kelian memperoleh Rp3 juta, serta kelian menyerahkan ke perbekel di depan rumahnya sebesar Rp2 juta. Usai bagi hasil, baik perbekel dan kelian langsung diciduk polisi.

Terkait penangkapan dua tokoh tersebut, Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Losa Lusional Araujo membenarkan pihaknya menangkap dua orang pelaku. Dikatakan penangkapan itu, berawal polisi menerima informasi ada pungutan liar (pungli) yang dilakukan tokoh Desa Melinggih. Pungutan tersebut, berlatar pengurusan surat tanah di Desa Melinggih. Atas informasi tersebut, piahknya langsung menelusuri dan mendapatkan sejumlah bukti.

Baca juga :  Semprotkan Disinfektan, Polres Badung Kerahkan Kendaraan Lapis Baja

Akhirnya pada, Kamis (11/2/2021) siang, kelian dan perbekel diangkut ke Polres Gianyar untuk dimintai keterangannya. Sekarang status mereka sudah tersangka atas kasus pungli. Polisi juga telah menyita barang bukti Rp5 juta hasil pungutan liar tersebut. Meski sudah ditetapkan tersangka, keduanya tidak ditahan polisi. Sebab, ada MoU kepolisian dengan Kejaksaan Negeri terkait jumlah barang bukti yang tidak terlalu besar. “Karena barang bukti tidak terlalu besar maka kami tidak tahan. Tapi kami tetap kembangkan ini,” katanya.

Baca juga :  Pohon Kepuh Roboh Timpa Penyengker Pura Dalem Tulikup

Kini kedua tersangka masih diamankan di Polres Gianyar untuk melengkapi keterangan lebih lanjut.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Gianyar, Dewa Ngakan Ngurah Adi menyatakan sepanjang perbekel belum ditetapkan tersangka, masih dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai perbekel. Dikatakan berdasarkan Perda No. 3 tahun 2018, tentang Perubahan atas Perda 6 tahun 2015, tentang Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Perbekel pada pasal 68 huruf D menyebutkan perbekel dapat diberhentikan sementara oleh bupati karena ditetapkan sebagai tersangka. (116)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini