Begini Kronologi Terceburnya Dua Penumpang KMP Marina

0
6
Picsart 02 13 12.20.10
EVAKUASI - Noni mendapat perawatan setelah dievakuasi karena tercebur dari kapal yang ditumpangi. Dia sempat lemas dan depresi.

Amlapura, DENPOST.id

Terceburnya dua penumpang KMP Marina di perairan Nusa Penida, Jumat (12/1/2021) menyisakan kisah sedih. Korban atas nama Siti yang berangkat dari Jakarta berniat membesuk suaminya yang sakit di Bima, Nusa Tenggara Barat, langsung lemas kala mendengar kabar duka sang suami tiada. Saat menerima kabar duka, Siti yang saat itu ditemani sang mertua yakni Suryati alias Noni baru sampai di Lombok. Dia kemudian memutuskan kembali ke Jakarta usai menerima kabar duka. Entah apa yang terjadi, di perjalan keduanya tercebur di perairan Nusa Penida. Naas, Siti tak tertolong sementara Noni berhasil diselamatkan. Meski dalam kondisi lemas dan depresi.

Kapolsek Pelabuhan Padang Bai, Kompol I Made Suadnyana, dihubungi Sabtu (13/2/2021) menuturkan, jenazah Siti kini masih berada di ruang jenazah RSUD Karangasem. Sementara Noni telah pulang menuju Jakarta Sabtu dini hari. “Apabila telah sampai di keluarga korban, keluarga korban akan menjeput Jenazah korban yang kini masih berada di kamar Jenazah RSU Amlapura Karangasem, ” ungkapnya.

Baca juga :  Forkompinda Karangasem Gelar Rakor, Ini yang Dibahas

Suadnyana mengungkapkan, Siti dan Noni menempuh perjalanan cukup panjang sejak Rabu (10/2/2021) lalu. “Awalnya dengan menumpang Bus Rasa Sayang jurusan Jakarta-Bima keduanya bermaksud untuk membesuk suami dari Siti. Setelah sampai Mataram korban mengatakan mau melanjutkan perjalanan ke Bima, ” terang Suadnyana. Belum sampai di tujuan, keduanya mendapat kabar suami Siti telah tiada dan jenazah telah dibawa ke Jakarta. “Setelah mendapat kabar itu keduanya ingin kembali ke Jakarta,” imbuhnya.

Baca juga :  Ngatrek, Truk Kontainer Tabrak Mobil dan Gilas Motor

Sayangnya, saat perjalanan pulang keduanya kehabisan uang. Tak memiliki rekening, keduanya sempat meminjam rekening kondektur untuk ditransferkan uang oleh keluarganya. “Saat itu keluarga mentransferkan uang sebesar 1.000.000, untuk membeli tiket bus ke Jakarta,” katanya.

Akhirnya, pada Jumat (12/2/2021), Siti dan Noni menumpang KMP Marina Primera berangkat dari Pelabuhan Lembar. Pukul 16.30 wita, di laut Nusa Penida teriakan penumpang pecah, saat keduanya terlihat tercebur. “Saat itu juga korban berusaha ditolong oleh ABK dengan cara melemparkan Baju Pelampung, namun korban tidak bisa meraih baju pelampung tersebut dan para ABK Kapal mempunyai inisiatif untuk menolong korban dengan cara melompat ke laut,” jelas Mantan Kapolsek Kubu, Karangasem ini.

Baca juga :  Hutan Lindung Munduk di Lereng Gunung Agung Terbakar

Berhasil dievakuasi ke atas kapal, saat diperiksa oleh ABK Kapal Bagian Kesehatan, Siti sudah meninggal dunia. Sementara Noni dalam keadaan selamat namun sempat lemas depresi. (yun)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini