Pandemi Covid-19, Pengasong Cilik Marak di Jalan

0
4
Picsart 02 14 09.51.35
PENGASONG CILIK – Dua pengasong cilik menawarkan barang dagangan kepada pengendara mobil di perempatan Jl. Gatot Subroto timur-Jl. WR. Supratman, Minggu (14/2/2021).

Kesiman, DENPOST.id

Di tengah pandemi Covid-19, pedagang asong cilik dan pengamen malah marak beroperasi di perempatan Jl. Gatot Subroto timur-Jl. WR Supratman Denpasar Timur, sehingga mengganggu kendaraan yang lewat, Minggu (14/2/2021).

Salah seorang pengendara mobil Putu Gede Sudiatmika mengatakan pedagang asong cilik menjajakan tisu dan ada menjual empek-empek di tengah jalan. Hal ini cukup berbahaya untuk keselamatan pengendara mobil dan sepeda motor maupun dirinya sendiri. ”Saya minta Satpol PP Kota Denpasar menertibkan pengasong dan pengemen yang beroperasi di perempatan jalan. Kalau ini dibiarkan mengganggu ketertiban dan dikhawatirkan menularkan virus corona,’’ kata Sudiatmika.

Baca juga :  Cegah Kerumunan, Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Teller Bank Digelar di Polresta

Dia mengaku saat pandemi virus corona melanda Bali, dan dunia umumnya semua masyarakat mengalami susah. Namun bukan dapat memecahkan solusi berjualan di jalan, namun ada tempat yang lebih bagus dan aman. Apalagi pengasong ini anak-anak harus belajar, bukan disuruh berjualan di jalan umum oleh orang tuanya.

Sementara Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga saat dikofirmasi maraknya pengasong dan pengamen di jalan mengatakan pengasong dan pengamen kucing-kucingan. Ditertibkan di perempatan Jl. Gatsu barat-Cokroaminoto lari beroperasi di perempatan Jl. Buluh Indah-Jl. Mahendradata. ”Kita banyak menerima keluhan dari masyarakat karena banyak pengasong dan pengamen marak beroperasi di Denpasar. Keluhan itu sudah kami tindaklanjuti lewat penertiban, namun masih ada pengasong dan pengamen berkeliaran di jalan,’’ kata Anom Sayoga.

Baca juga :  2019, Denpasar Salurkan KUR Rp900 Miliar

Anom Sayoga menyatakan, pihaknya tidak melarang berjualan untuk menyambung hidup, namun berjualan harus di tempat sesuai peruntukan dan tetap memperhatikan protokol kesehatan (Orokes). Klaster penyebaran virus corona di Denpasar terus meningkat. Apalagi pengasong dan pengemen berjualan di jalan melanggar Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. ”Kami sebelumnya sudah mengambil tindakan tegas terhadap pedagang asong yang membandel berjualan di perempatan jalan. Bahkan sudah diproses lewat tindak pidana ringan (tipiring) guna memberikan efek jera,’’ jelasnya. (103)

Baca juga :  Non Reaktif, Hasil Swab Test 33 Pedagang Ikan di Pasar Gunung Agung

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini