Difabel Harapkan Kunjungan Warga ke Rumah Bisabilitas Denpasar

0
6
Picsart 02 14 02.07.14
Pengelola Rumah Bisabilitas Kota Denpasar, Made Suarta Wijaya.

Kereneng, DENPOST.id

Para difabel yang bernaung di Rumah Bisabilitas Kota Denpasar berupaya tetap produktif kala pandemi. Mereka tetap berjualan di Rumah Bisabilitas di Kota Denpasar di Jl. Kamboja No. 4, Denpasar.
Mereka menjual beragam karya, mulai dari kerajinan tangan seperti lukisan, baju kaos, camilan tradisional hingga pizza.

Pengelola Rumah Bisabilitas Kota Denpasar, Made Suarta Wijaya menyebut kunjungan warga ke Rumah Bisabilitas tidak saja menggerakkan ekonomi, juga memotivasi para difabel di tengah pandemi. “Rumah Bisabilitas tempat aktivitas mencari sesuap nasi bagi difabel. Mohon bantuannya hadir membeli sesuatu yang hasil-hasilnya untuk para difabel. Ini bagian dari yadnya,” kata Suarta Wijaya, Minggu (14/2/2021).

Baca juga :  OTG Membludak, Bali Tambah Kapasitas Karantina

Aktivitas di ruang kreatif ini telah menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Maka Suarta mengimbau agar warga tidak cemas berbelanja di Rumah Bisabilitas. Telah tersedia tempat cuci tangan dan sarana prokes lainnya dan para difabel telah memenuhi standar pelayanan sesuai prokes.

Suarta mengatakan gedung tersebut, telah dilengkapi Wifi yang selama ini diberdayakan oleh pengunjung untuk akses membuat tugas. Kendati jaringan internet tersedia, para orang tua siswa yang anaknya berkunjung ke Rumah Bisabilitas tidak perlu kwatir. “Anak-anak di sini kami awasi. Ya namanya juga akses internet, bisa mengakses banyak hal di sana. Tapi kami pantau juga jika mengakses yang tidak baik akan ditegur,” terangnya.

Baca juga :  Razia Prokes 2,5 Bulan, Tim Yustisi Raup Denda Rp 41,6 Juta

Selama beraktivitas di Rumah Bisabilitas, mereka tetap didampingi pengelola dan juga orang tuanya, khususnya bagi difabel yang tuna netra. Sebelumnya, mereka disediakan mentor yang profesional. Namun akibat pandemi yang membuat pendapatan Rumah Bisabilitas menurun, maka mentoring dilakukan secara swadaya. “Ya, karena dana untuk (biaya mentoring) itu tidak ada,” ujar Suarta yang merupakan pensiunan guru ini.

Berwirausaha di Rumah Bisabilitas, lanjut Suarta merupakan program pelatihan bagi para difabel. Mereka dilatih secara profesional dan setelah mampu para difabel diharapkan dapat berwirausaha secara mandiri. (106)

Baca juga :  AWK Dilaporkan Balik Atas Dugaan Penistaan Agama Hindu Bali

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini