Pandemi, “Pengabenan” Veteran Pejuang Tanpa Upacara Militer

0
8
Picsart 02 14 03.16.40
Veteran Pejuang I Wayan Kamer.

Negara, DRNPOST.id

Salah seorang veteran pejuang, Wayan Kamer (105) meninggal dunia dan diaben, Minggu (14/2/2021). Wayan Kamer meninggal dunia pada, 9 Februari 2021, karena sakit dan sudah uzur.

Babinsa Penyaringan Serka I Putu Ariasa bersama Danramil 1617-02/Mendoyo, serta anggota saat melayat ke rumah duka di Banjar Pangkung Kwa Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo Jembrana mengatakan Wayan Kamer adalah anggota Legiun Veteran Republik Indonesia Cabang Jembrana. Almarhum meninggalkan delapan orang anak, 20 orang cucu, 17 orang cicit dan dua orang buyut.

Baca juga :  Paket Bangsa Jalan Kaki 3 Kilometer

Almarhum di-aben di setra Banjar Anyar Tembles Desa Penyaringan. “Kehadiran kami ke rumah duka untuk menghormati jasa almarhum dalam merebut Kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah kolonial Belanda mpupun Jepang,” kata Babinsa Ariasa.

Jika biasanya setiap veteran pejuang meninggal dunia dilaksanakan upacara militer, namun kali ini tidak dilaksanakan karena pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Wayan Kamer menceritakan kisahnya saat pernah berjuang melawan penjajah. Kamer pada masanya menjadi juru arah Sai Nendang dan berlatih membawa senjata. Perjuangan yang dilakukannya bersama sahabat seperjuangannya dilakukan secara sukarela. Karena yang ada dalam pikirannya dan benaknya hanya berjuang mempertahankan tanah air.

Baca juga :  Disparda Jembrana Belum Keluarkan Imbauan Penutupan Objek Wisata

Ketika Jepang kalah, kemudian datang penjajah Belanda. Kamer tetap menjadi koordinator Sai Nendang. Perjuangan saat itu, katanya memang berat namun dia merasa Tuhan yang menuntun, sehingga selamat dan sampai Indonesia merdeka. (120)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini