Penilaian Siswa Berbasis Portofolio, Guru Diminta Tak Obral Nilai

0
8
picsart 02 16 11.49.40
Ilustrasi

Panjer, DENPOST.id

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim resmi menghapus Ujian Nasional (UN) dan Ujian Kesetaraan (UK) pada tahun 2021. Ada empat pilihan yang dijadikan alternatif penggantinya yakni portofolio, penugasan, tes daring dan luring dan penilaian sehari-hari.
Kepala SMK TI Global Denpasar, I Gusti Made Murjana, melihat kebijakan itu baik dalam rangka penyegahan Covid-19 di lingkungan sekolah.

Pihaknya akan mengoptimalkan portofolio secara virtual sebagai acuan hasil belajar siswa. Melalui metode ini, dia berasumsi siswa akan terangsang lebih analis. Sebab metode portofolio ini berbasis pengamatan.
“Misalnya pelajaran Bahasa Indonesia, mungkin guru akan meminta siswa meringkas. Jadi mereka menganalisis. Ini akan dijadikan bukti penilaian,” ujarnya, Senin (15/2/2021) di Denpasar.

Baca juga :  7 Kasus Positif Covid-19 di Denpasar, Salah Satunya Keluarga Tukang Suwun di Pasar Gunung Agung

Dia menilai metode portofolio lebih efektif menjaga kualitas belajar siswa di tengah pembatasan belajar tatap muka. Dalam pelaksanaannya akan ditetapkan standar nilai dan penilaian. Para guru diingatkannya agar tidak mengobral nilai alias memberi secara nilai jor-joran.

Metode portofolio juga diterapkan dalam Uji Kompetensi. Murjana menjelaskan pelaksanaan metode yang akan dimulai 1 April mendatang itu merancang standar pelaksanaannya, termasuk sumber dana yang berasal dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Baca juga :  Antisipasi Massa Tolak Omnibus Law, Ratusan Aparat Siaga

Pengamat pendidikan asal Tabanan ini menyebutkan bahwa metode berbasis portofolio ini cukup efektif dalam mengukur capaian pembelajaran siswa. Sedangkan tiga metode penilaian lainnya dipandang relatif lebih mudah.
Di tengah pembatasan pembelajaran tatap muka, dia menyadari bahwa kondisi tersebut berdampak kepada turunnya kualitas capaian belajar siswa, dibandingkan situasi normal. Pembatasan aktivitas belajar di sekolah berpengaruh kepada jasmani dan rohani siswa.
Maka dia berharap, dengan kegiatan pendidikan yang dilakukan secara daring dapat mendukung upaya pemerintah dalam mengendalikan pandemi di Bali. (106)

Baca juga :  Desa Adat Sanur Batasi Aktivitas Warga di Pantai

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini