SE 4/2021, Pengusaha Tekstil Sebut Beri Kepastian Distribusi Endek

0
4
picsart 02 16 06.48.52
Pemilik Odenant Tekstil, Cokorda Istri Mirah.

Kesiman, DENPOST.id

Di balik pro dan kontra di kalangan masyarakat terhadap penerapan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali No. 04 Tahun 2021, keberadaan regulasi itu disambut baik kalangan pengusaha dan UMKM.

Pemilik Odenant Tekstil, Cokorda Istri Mirah menerangkan kebijakan itu menjadi titik balik semangat perajin yang melesu akibat pandemi untik kembali berkarya. “Salah satu dampak positifnya, kebijakan ini memberi kepastian distribusi kain tenun endek Bali,” ujarnya, Selasa (16/2/2021) di Denpasar.

Meski baru akan ditetapkan pada, 23 Februari 2021, sejumlah kalangan pegawai dan pejabat pemerintahan mulai menelusuri keberadaan penjual endek yang berkualitas baik dengan harga terjangkau. Sebelum munculnya kebijakan tersebut, dia menyebutkan bahwa tingkat penjualan drastis menurun, terutama kain endek yang dikenal relatif mahal.

Baca juga :  Hindari Klaster Baru, Pedagang Bermobil Ditertibkan Satpol PP

Di tengah krisis ekonomi akibat pandemi, dia mengakui kebutuhan sandang seperti busana tak menjadi prioritas. “Sejak ada berita SE itu, mulai ada yang beli satu per satu. Ada juga yang sekadar tanya-tanya harga dulu. Sementara yang banyak datang itu pegawai pemerintahan,” tuturnya.

Soal motif yang sedang tren, Cok Mirah menyebut saat ini yang diminati adalah kain endek bermotif Gringsing yang merupakan ikon Desa Tenganan, Karangasem. Hanya saja pihaknya belum mampu memenuhi pesanan dengan motif kain endek yang seragam. Itu disebabkan produksi kain endek Bali, relatif lama.

Baca juga :  Modal Bukan Utama, Ini Tips Berwirausaha Saat Pandemi

Mengenai jenis endek, pihaknya menyediakan endek Bali produksi Bali, dan endek Bali produksi luar Bali. Harganya relatif ekonomis mulai dari angka Rp300 ribu hingga jutaan rupiah.
Dia optimistis bahwa kebijakan ini dapat menggairahkan UMKM tekstil di Bali, yang saat ini juga terus mendapat stimulus motivasi dari Pemerintah Provinsi Bali. Semangat itu, dinilainya harus disambut baik para perajin tenun yang masih aktif. Selain menjaga konsistensi produksi, motif yang dihasilkan juga harus inovatif agar sesuai dengan kebutuhan pasar. Jika konsisten, maka endek akan menjadi tren yang menggerakkan ekonomi Bali. (106)

Baca juga :  Satu Kos-kosan di Kesiman Kertalangu Diisolasi dan Dijaga Satgas

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini