Jalan Masuk SMPN 14 Terlalu Curam dan Membahayakan

0
6
picsart 02 16 06.50.26
KUNJUNGAN - Jajaran Komisi III dan IV DPRD Kota Denpasar, saat melakukan kunjungan ke SMPN 14 Denpasar, Selasa (16/2/2021).

Kesiman Kertalangu, DENPOST.id

Gedung SMPN 14 Denpasar telah rampung pengerjaannya. Menindaklanjuti hal itu, jajaran Komisi III dan IV DPRD Kota Denpasar meninjau gedung sekolah di wilayah Desa Kesiman Kertalangu, Dentim, Selasa (16/2/2021).

Kunjungan ini, dipimpin Ketua Komisi III, Ir. Eko Supriadi, didampingi Ketua Komisi IV, Drs. I Wayan Duaja, serta sejumlah anggota Komisi III dan IV.

Tujuan kunjungan tersebut, untuk melihat secara langsung kondisi dua unit bangunan yang sudah rampung dan sudah dipelaspas tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Dewan menyoroti kondisi jalan masuk dari jalan utama, yakni Jl. WR Supratman yang dinilai membahayakan.

Baca juga :  Dikhawatirkan Jualannya Terpapar Ini, Pedagang Daging Ayam Ditertibkan

Anggota Komisi III, AA Susruta Ngurah Putra mengatakan ada persoalan yang perlu mendapat perhatian dari Dinas PUPR. Salah satunya elevasi (kemiringan) jalan masuk terlalu tajam atau curam. Kodisi ini akan membahayakan peserta didik dan juga guru, ketika nanti sudah mulai menerapkan belajar tatap muka.

Dikatakan Susruta, kemiringan jalan seperti itu akan membahayakan siswa saat keluar nanti. Terlebih bagi siswa yang membawa sepeda. Dikawatirkan akan rawan kecelakaan, mengingat jalur didepannya merupakan jalur padat lalu lintas. “Ini harus segera diperbaiki agar kemiringannya tidak curam seperti ini,” ujar Susruta, dihadapan Plt. Kepala Sekolah SMPN 14, Ni Nengah Sujani; Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, AA Made Wijaya, serta Pejabat Pelalaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Gusti Made Budi Utama,

Baca juga :  Sikapi Konflik di India, Bali Jangan Sampai Terbawa Suasana

Di sisi lain, Eko Supriadi didampingi rekan-rekannya, seperti Wayan Warka, AA Mahendra, serta yang lainnya sangat menyayangkan ketidakhadiran Kadis PUPR dalam kunjungan para wakil rakyat ke Gedung SMPN 14 tersebut. Padahal, banyak hal yang semestinya perlu dikoordinasikan terkait kondisi bangunan. “Sudah sering kita diremehkan seperti ini. Padahal kita perlu banyak penjelasan dari kadis langsung,” ketus Eko Supriadi. (105)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini