Buronan Interpol Diduga Masih di Bali

0
5
picsart 02 16 08.10.02
AWASI PENYEBERANGAN - Petugas Imigrasi saat menyambangi sekaligis mengawasi penyebrangan ke Nusa Penida.

Kutsel, DENPOST.id

Buronan Interpol yang kabur dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Andrei Kovalenka alias Andrew Ayer (33 tahun) diduga masih bersembunyi di Bali.
Sebab, dari pengecekan yang dilakukan petugas Imigrasi yang bersangkutan belum tercatat melintas ke luar pulau.

Baik itu, melalui pelabuhan maupun di Airport Ngurah Rai. Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Putu Suhendra Tresnadita, Selasa (16/2/2021).

Baca juga :  Penanganan Sampah di TPS Sementara Mengwitani Belum Maksimal

Suhendra memaparkan, pihaknya masih terus melakukan pencarian di beberapa tempat yang dicurigai kemungkinan menjadi persembunyian Andrew. Seperti pengecekan beberapa villa dan tempat yoga di kawasan Canggu. Selain menerjunkan 150 orang personil dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai setiap harinya, pihaknya juga dibantu dari tim Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar, Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja dan tim dari KanwilKumHam propinsi Bali.

Baca juga :  Ketua DPRD Gianyar : Usulan “Lockdown” Sudah Diperhitungkan

Sejauh ini memang belum ada informasi pasti keberadaan buronan asal Rusia tersebut. Namun tim yang diterjunkannya masih terus melakukan pencarian.
Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Polda Bali, dan pihak Bareskrim yang katanya akan ikut membantu dalam pencarian.

Lebih jauh Suhendra memaparkan dari pengecekan lapangan, serta koordinasinya dengan petugas pelabuhan maupun airport, WNA yang sempat terbelit kasus narkoba tersebut belum tercatat dalam data perlintasan. Karenanya, kuat dugaan kalau buronan ini masih berada di Bali. Karenanya, penyebaran informasi identitas WNA Rusia ini terus disebarkan.
Salah satunya dengan menempelkan foto buronan tersebut, di tempat-tempat strategis. (113)

Baca juga :  Hantam Pelinggih, Dua Wisatawan Arab Tewas

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini