Didominasi Monsun Asia, Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

0
11
picsart 02 16 08.10.59
WASPADAI CUACA - Waspadai cuaca ekstrem angin kencang disertai petir berakibat pohon tumbang dan banjir yang masih berpotensi terjadi sepekan ke depan.

Kuta, DENPOST.id

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebagian besar wilayah Indonesia (96 persen dari 342 Zona Musim) saat ini telah memasuki musim hujan. Hal ini juga telah diprediksi sejak Oktober 2020, bahwa terkait dengan puncak musim hujan akan terjadi pada Januari – Februari 2021, di sebagian Sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa termasuk DKI Jakarta, sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan bagian selatan Papua.

Deputi Bidang Meteorologi, BMKG
Guswanto, Selasa (16/2/2021) memaparkan berdasarkan kondisi tersebut, maka kewaspadaan akan potensi cuaca ekstrem harus terus ditingkatkan.
Analisis BMKG menunjukkan bahwa kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Baca juga :  Jaga Ketahanan Pangan Masyarakat Badung Lewat Matanabe dan Sibertani

Hal ini disebabkan oleh Monsun Asia yang masih mendominasi wilayah Indonesia, dan diperkuat oleh aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin di sebagian wilayah Indonesia. Selain itu, adanya pusat tekanan rendah di wilayah utara Indonesia dan di Australia bagian utara dapat mempengaruhi pola arah dan kecepatan angin, sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Indonesia.

“Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang,” paparnya.

Baca juga :  Pemulung Ditembak Usai Gasak HP di Teras Rumah Warga

Hal ini berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

“Masyarakat kami imbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin,” ujarnya. (113)

Baca juga :  Adi Arnawa Apresiasi Penerapan Pola Hidup Baru di Pasar Blahkiuh

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini