Pandemi, Perceraian di Jembrana Tinggi

0
5
picsart 02 16 08.16.09
Kadis Dukcapil Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra.

Negara, DENPOST.id

Masa pandemi Covid-19, di mana perekonomian sulit dan banyak yang kehilangan pekerjaan diprediksi menjadi pemicu banyaknya kasus perceraian di Jembrana. Dari pengamatan beberapa bulan belakangan ini, warga yang mengurus akta perceraian banyak ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jembrana.

Kadis Dukcapil Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, Selasa (16/2/2021) mengakui adanya pengurusan akta perceraian ke dinas yang meningkat.
“Perceraian saya cek dengan usia pernikahan di bawah 10 tahun. Bahkan ada dibawah 5 tahun. Memang masa-masa penyesuaian dalam pernikahan itu selama 3 atau 5 tahun,” kata Anom.

Baca juga :  Hilang Lima Hari, Nenek Ditemukan Meninggal

Permasalahan dari banyaknya kasus perceraian karena permasalahan ekonomi dan tugas juga tanggung jawab. “Yang terdata dan tercatat di kami cukup banyak. Itu yang melalui proses sidang perceraian, sehingga dibuat akta. Kalau di luar itu misalnya pernikahan secara adat, mungkin banyak juga tapi tidak terdata di kami,” katanya.

Dari data di Dinas Dukcapil penerbitan akta perceraian tahun 2020 mencapai 198 akta. Memang menurun dibandingkan tahun 2019, yang mencapai 202 akta.
Namun pada Juli 2020, akta perceraian yang diterbitkan meningkat jadi 21 akta dibandingkan tahun 2019 yang terjadi 11 akta. Pada Oktober 2020, sebanyak 21 akta tahun 2019 sebanyak 15 akta. Pada Desember 2020, sebanyak 27 akta dan tahun 2019, sebanyak 15 akta. (120)

Baca juga :  Bawaslu Telusuri Video Dukungan Kadus dan Kaling Kepada Bacalon

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini