Komorbid Bisa Divaksin, Begini Syaratnya

0
4
Konsep Otomatis
Kolonel CKM I Made Mardika

Dauh Puri, DenPost

Pemerintah Pusat telah mengeluarkan kebijakan perluasan jangkauan vaksinasi Covid-19. Setelah diberlakukan kepada peserta lanjut usia, kini ibu menyusui dan penderita komorbid bisa divaksin dengan sejumlah ketentuan. Hal itu dibenarkan Kepala Kesehatan Kodam IX/ Udayana Kolonel CKM I Made Mardika.

“Ada rekomendasi dari Direktorat Jenderal P2M (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular) dan dari PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia),” ujarnya Rabu (17/2).

Baca juga :  Makorem 163/ Wira Satya Juga Didisinfeksi

Dokter spesialis penyakit dalam ini menerangkan, kontra indikasi mutlak untuk dilakukan vaksinasi adalah alergi. Dengan kata lain, alergi menjadi hal yang paling dihindari dari hasil vaksinasi Covid-19.

Itu sebabnya kepada ibu menyusui, lansia dan tekanan darah tinggi atau komorbid lainnya dapat divaksin. Dengan catatan kondisi kesehatan saat dilakukan pemeriksaan tetap stabil.
“Misalnya peserta yang hipertensi. Tapi jika saat diperiksa tensinya normal, misalnya 140/90, bisa dilakukan vaksin,” ujarnya.

Baca juga :  Pembunuh Pegawai Bank Ditangkap Saat Kencan 

Sepekan terakhir, Kesdam telah melakukan vaksinasi kepada tenaga kesehatan yang memasuki lansia. Di antaranya berusia di atas 60 tahun. Dengan perluasan jangkauan peserta vaksin, ini berdampak kepada vaksin yang habis lebih cepat. Pada 15 Frebuari lalu, pihaknya sempat kehabisan vaksin. Sehingga peserta yang ingin divaksin diminta untuk sabar menunggu.

“Direncanakan datang kembali hari ini. Kami akan semakin gencar lakukan vaksin. Di wilayah Kodam IX/ Udayana, hingga saat ini sudah tersebar 90 persen dari target,” imbuhnya. Dia berharap tahapan vaksinasi kepada nakes segera tuntas, sehingga dapat diperluas kepada masyarakat umum.

Baca juga :  Renovasi Pasar Suci, PD Pasar Undang Eks Pedagang dan Masyarakat

Pada kesempatan itu, dia kembali menegaskan bahwa vaksin ini tetap aman bagi kesehatan. Sejak diberlakukan vaksinasi, pihaknya belum menemukan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) akibat vaksinasi Covid-19. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini