Optimis Pariwisata Membaik, Ini yang Dilakukan Hotel

0
5
Konsep Otomatis
Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (HIN), Iswandi Said didampingi Direktur Pengembangan Bisnis Christine Hutabarat serta GM Grand Inna Kuta Diah Anggraeni saat memaparkan upaya dilakukan dalam situasi pandemi saat ini.

Kuta, DenPost

Suasana Kuta dan Kutsel terlihat masih relatif sangat sepi dalam beberapa hari ini. Meski demikian beberapa pengelola hotel optimis dalam pertengahan tahun ini kondisi pariwisata akan membaik. Karenanya hotel yang masih sepi hunian ini memilih untuk melakukan renovasi dan upgrade kamar. Seperti yang dilakukan salah satu hotel pemerintah yang ada di Kuta yakni Grand Inna Kuta. Hotel yang berada tepat di pinggir Pantai Kuta ini sedang melakukan renovasi sejumlah kamar.

Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (HIN), Iswandi Said yang membawahi sejumlah hotel pemerintah saat diminta komentarnya mengungkapkan di situasi pandemi ini pihaknya justru lebih sibuk. Apalagi pemerintah merencanakan akan melakukan holding sejumlah hotel milik BUMN . Dengan ini pihaknya akan mengelola cukup banyak hotel BUMN.

Baca juga :  Adi Arnawa Apresiasi Penerapan Pola Hidup Baru di Pasar Blahkiuh

Terkait ini pihaknya memanfaatkan momen dengan program renovasi atau mengupgrade hotel yang ada ke lebih tinggi. “Seperti Grand Inna Kuta ini kami upgrare ke bintang 5. Apalagi lokasinya sangat strategis di Kuta ada hotel yang langsung ada pantainya. Asetnya ini dikembangkan dengan melakukan renovasi dan upgrade,” bebernya didampingi Direktur Pengembangan Bisnis Christine Hutabarat serta General Manager Grand Inna Kuta Diah Anggraeni.

Memang diakuinya karena pandemi ada kesulitan keuangan, namun karena hotel pemerintah melihat ada harapan dan optimisme pandemi akan berlalu. Seiring dengan pelaksanaan vaksin yang terus berjalan.

Baca juga :  ODTW Pantai Pandawa Bantah Isu Adanya Penutupan

“Kami berharap pertengahan tahun ini membaik. Ya domestik dulu. Kalau internasional kan belum bisa dijamin,” imbuhnya.

Apalagi ada informasi 60 hotel swasta yang tutup. “Kita harus ambil porsi itu. Pemerintah harus ambil dan hadir di situ. Sebab kalau nanti kondisi normal siapa yang akan menerima mereka (wisatawan),” tegasnya.

Ditanya target tingkat hunian tahun ini, Iswandi menargetkan jika benar pertengahan tahun membaik paling tidak tingkat hunian sekitar 40 persen untuk keseluruhan hotel yang ada.
Optimisme ini juga didasari karena masih banyak potensi pasar domestik yang belum dikelola maksimal. Seperti wisdom dari kawasan timur Indonesia, seperti Makassar, Manado, dan daerah kawasan timur lainnya.

“Step pertama kalau Bali ingin bangkit caranya dengan mengadakan MICE dan seminar di Bali. Kalau luar negeri mungkin belum bisa. Fokus ke domestik dululah,” sarannya.

Baca juga :  Pantau Kesiapan Pilkada Badung 2020, Adi Arnawa Ingatkan Ini

Selain itu pihaknya juga menekankan kepada 14 hotel yang ada bawah PT HIN untuk terus berinovasi dan adapted menghadapi situasi saat ini. Salah satunya dengan mengandalkan dari penjualan makanan dan minuman. Terkait hal inilah Minggu (14/2) Grand Inna Kuta membuka outlet masakan Padang “Salero Kuta”. Bahkan satu-satunya hotel yang memiliki restoran padang. Selain untuk melestarikan kuliner nusantara, outlet ini diharapkan mendongkrak penghasilan untuk bertahan saat pandemi. Hal ini juga sebagai antisipasi menyambut jika wisatawan domestik mulai berdatangan. (113)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini