Pariwisata Dibuka, Ekonomi Pulih

0
8
Pariwisata Dibuka, Ekonomi Pulih

BALI tidak punya pilihan. Satu-satunya cara menjaga keseimbangan unsur vital seperti ekonomi, sosial dan keamanan, adalah segera membuka pariwisata bagi wisatawan mancanegara. Kali ini Pemerintah Provinsi Bali diminta tegas memperjuangkan kepentingan Bali ke pusat.

Memiliki karakteristik tersendiri mengenai segmentasi wistawan salah satu menjadi daya tawar agar Bali mendapat kekhususan dalam pengelolaan pariwisata. Wacana itu terkuak dalam FGD ‘Tanggap Covid-19’ yang dihelat Kelompok Media Bali Post, Rabu (17/2) di Warung 63, Denpasar.

Diskusi itu menghadirkan Ketua PHRI Badung I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya; Ketua IHGMA Bali Yoga Iswara dan Sekretaris Dinas Pariwisata Badung AA. Yuyun Hanura Enny.
Rai Suryawijaya menyebutkan menuju bebas dari Covid-19 sesuatu yang sulit dicapai dalam waktu dekat ini. Maka dari itu dia menilai membuka pariwisata Bali mesti dilakukan secara hati-hati dan terukur.

Baca juga :  Koster Isyaratkan Target Partisipasi Pemilih Dievaluasi, KPU Komit 85 Persen

“Kita tidak bisa zero Covid-19, paling tidak tambahan kasus per hari tetap dua digit, kesembuhan 90 persen kematian ditekan di bawah 3 persen,” ungkapnya. Kondisi tersebut bisa terjadi apabila koridor bebas Covid-19 dapat diterapkan. Sebab skema itu telah diberlakukan kepada sejumlah negara dengan memberlakukan penerbangan langsung. Dia menilai terobosan ini relatif aman secara ekonomi maupun kesehatan, sebab wisatawan yang datang telah melalui screening. “Pariwisata segera dibuka, dan ekonomi pada 2022 kita pulih dan 2023 pemantapan,” imbuhnya.

Usulan serupa juga disampaikan Yoga Iswara, yang menyebutkan tanpa adanya terobosan semacam itu, ekonomi Bali yang bertumpu kepada pariwisata akan semakin terpuruk.
Bagi dia, krisis ekonomi saat pandemi ini tidak langsung dirasakan para kalangan elit. Namun bagi masyarakat umum dan buruh, kondisi ini membuat mereka cemas.

Baca juga :  Legislator Ini Gratiskan 3.000 Masker di Pemecutan Klod

“Kami ingin rasa empati, kami ingin pemimpin pusat dan daerah bisa merasakan bagaimana karyawan kita, bayar uang sekolah dan kredit. Siapa yang harus memperjuangkan?,” tanyanya.

Dia memandang Bali harus berani melangkah, tentu dengan cara yang terukur. Dia juga berharap hadirnya vaksinasi dapat menjadi harapan baru pengendalian pandemi di Bali. Maka menurutnya Bali mesti punya strategi dan target sehingga pengusaha dan masyarakat punya kepastian.

“Harapan saya bagaimana kita membuat kejelasan langkah. Opsi Bali tidak boleh satu. Harus ada opsi A hingga F. Tidak cocok A, pindah ke langkah B dan seterusnya. Tidak bisa orang lain mikir Bali, tapi kita. Kita juga kritis ke pusat,” sambung Yoga.

Baca juga :  Fokus Tangani Covid-19, Distan Batalkan Proyek Fisik JUT

Terhadap desakan para pengusaha pariwisata itu, Yuyun menerangkan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung telah berupaya optimal dalam menjaga aset pariwisata ini. Dalam konteks formal, kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bali juga telah diterapkan. Salah satunya melekukan sertifikasi kepada akomodasi perhotelan, restoran dan objek wisata. Sehingga ketika wisatawan datang, Bali telah siap dengan penerapan protokol kesehatan.
Namun dia tidak menjawab secara lugas terkait desakan itu. Sementara, kata dia, belum ada keputusan untuk membuka pariwisata Bali bagi wisatawan internasional. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini