Tiga Warga Buleleng Ditangkap, Ini Penyebabnya

0
20
Konsep Otomatis

Semarapura, DenPost

Banyak cara dilakukan seseorang jika sudah memakai narkoba jenis sabu-sabu (SS). Seperti yang dilakukan Kadek Edi Muditayasa alias Edi Kenyot (28) alamat Banjar Dinas Dauh Margi, Desa Bulian, Kubutambahan, Buleleng. Bersama dua rekannya yakni Ketut Widi Budidarma alias Sentit (25) dan Made Wartama alias Kopet (23), asal Kubutambahan, Buleleng, Edi Kenyot melakukan penipuan melalui media elektronik.

Modus yang dilakukan dengan cara meretas akun Instagram bernama Ni Kadek Septia Cahyani yang merupakan sepupu korban, Ni Made Candra Ayustina (25), alamat Jalan Plawa, Banjar Ayung, Lingkungan Galiran, Semarapura Klod. Akun Cahyani ini dipakai pelaku meminta uang kepada Ayustina Rp 3,4 juta untuk pembayaran agen agar tidak kena penalti ke negara Jepang.

Baca juga :  Upacara Adat Sulit Ditiadakan, Kasta Ingatkan Masyarakat Patuhi Ini

“Awalnya korban (Ayustina) percaya dan mengirimkan uang ke sebuah rekening. Tapi setelah uang terkirim, pelaku melalui akun Cahyani kemudian kembali meminta uang Rp 2 juta sehingga hal ini membuat korban curiga dan akhirnya melapor ke Polres,” ujar Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Ario Seno Wimoko dalam acara jumpa pers, Rabu (17/2/2021).

Setelah mendapat laporan, anggota Sat Reskrim Polres yang dipimpin Iptu Agus Suprianto kemudian melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, rekening tabungan tersebut akhirnya diketahui atas nama salah satu pelaku yakni Made Wartama. Sehingga petugas langsung mengejar dan menangkap Made Wartama di Buleleng.

“Pelaku (Wartama) mengakui tanggal 30 Januari menerima tranferan di rekeningnya Rp 3,4 juta dan Rp 2,4 juta. Tapi dia mengelak dan hal itu dilakukan temannya bernama Ketut Widi Budidarma,” ungkapnya.

Baca juga :  Pariwisata Surut, Semangat Belajar Siswa Sekolah Pariwisata Tak Boleh Ciut

Mendapat informasi itu, petugas kemudian mengejar dan menangkap Widi Budidarma di wilayah Sempidi, Badung. Setelah melakukan intrograsi, ternyata otak dalam kasus tersebut diketahui bernama Kadek Edi Muditayasa yang merupakan residivis. Kadek Edi sempat dipenjara dua kali dalam kasus narkoba di Polresta dan pencurian di Polres Klungkung.

“Kadek Edi ini kita amankan di Kubutambahan. Dari tangannya kita amankan juga senjata dan kartu perbakin. Dia terkenal bergaya preman, dan sempat mengancam kedua pelaku karena sempat tidak mau mencairkan uang di rekening,” katanya.

Setelah uang cair, uang dari hasil penipuan sebesar Rp 5,8 juta tersebut kemudian dibagi menjadi dua. Ketut Widi Budidarma dan Wartama mendapat bagian Rp 1.450.000. Sedangkan Kadek Edi yang berperan sebagai otaknya menerima Rp 2,9 juta. Ketiganya diduga melakukan penipuan untuk membeli SS. Hal ini juga terbukti dari hasil tes urine ketiganya yang dinyatakan positif narkoba.

Baca juga :  Beredar Pesan Berantai Ajakan Tidak Makan Daging Babi

Pihak kepolisian juga masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut. Karena ada dugaan korbannya tidak hanya satu. Apalagi hal ini terbukti dari sejumlah transaksi yang terjadi di rekening pelaku. Namun dalam kasus ini, pelaku bakal dijerat pasal 45a ayat satu UU Nomer 19 Tahun 2016 perubahan atas UU Nomer 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo pasal 56 ayat (1) KUHP dengan ancaman penjara paling lama enam tahun dengan denda Rp 1 miliar. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini