Tujuh Pemotor Jalani Tes Cepat Antigen

0
5
Konsep Otomatis

Dangri Kelod, DenPost

Tim Yustisi Kota Denpasar melakukan tes cepat antigen kepada tujuh premotor dari 22 orang pelanggar terjaring dalam razia Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan (PPKM) mikro dan sidak protokol kesehatan (prokes) di Jl. Waturenggog-PB Sudirman dan Jl. Diponogoro, Rabu (17/2/2021).

Kasatpol PP Kota Denpasar selaku komandan Tim Yustisi, I Dewa Gede Anom Sayoga, mengatakan tes cepat antigen ini dilakukan secara acak dan mengambil sampel tujuh orang. Dari hasil tes cepat antigen ketujuh orang ini dinyatakan negatif. Sementara 15 orang lainnya, 12 diantaranya tidak memakai masker langsung didenda dan tiga lagi diberikan sanksi pembinaan karena tidak sempurna memakai masker. ”Kami melakukan tes cepat antigen secara acak karena ketujuh orang ini dicurigai reaktif. Setelah dilakukan tes cepat antigen ternyata negatif,’’ kata Anom Sayoga.

Baca juga :  Masa Pandemi, Pemkot Denpasar Salurkan BLT-DD Sebanyak 4.590 KK

Anom Sayoga menyatakan, pihaknya bersama Dishub, TNI, Polri, petugas kesehatan dibantu aparat desa dan linmas tidak akan mengendurkan sidak prokes berbasis mikro. Razia prokes bukan semata-mata mencari pelanggar, namun mendisiplinkan masyarakat agar patuh dan taat prokes. Jumlah warga poisitif Covid-19 terus naik turun sehingga rumah sakit sampai tidak mampu menampung pasien. Razia prokes menyasar pergerakan masyarakat cukup padat.

”Kami melakukan pembinaan kepada masyarakat yang tidak mematuhi prokes. Salah memakai masker bisa terpapar virus corona. Karena pandemi Covid-19 belum bisa dihentikan penyebarannya sehingga masyarakat harus mematuhi prokes baik tinggal di rumah maupun saat bepergian,’’ ujarnya.

Baca juga :  Saat Nyepi, RSUD Wangaya Siagakan 50 Tenaga Medis

Lebih lanjut Anom Sayoga mengungkapkan, jalan terakhir mendisiplinkan masyarakat agar tidak terpapar virus corona harus mematuhi 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, mengatur jarak, mengurang bepergian, menghindari kerumunan. Kalau penerapan 5M ini diabaikan akan muncul klaster baru penyebaran Covid-19. Belakangan ini banyak klaster baru di tempat keramaian, keluarga dan perkantoran.

Dia menuturkan, operasi gabungan lebih banyak mengambil tindakan preventif dan memberi edukasi masyarakat agar taat dan mematuhi prokes selama pandemi virus corona masih mewabah. Bila masyarakat tidak disiplin menjalankan prokes lebih mudah terpapar dan menularkan virus corona. ”Kami gencar melakukan sosialisasi dan pembinaan terhadap masyarakat agar mereka hidup sehat berdampingan. Kalau sudah sehat otomatis aktivtitas yang dijalankan kembali normal dan perekomoian pulih kembali,’’ ucapnya.

Baca juga :  Masuki Tatanan Era Baru, Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan Meningkat

Dia menambahkan, razia PPKM gelombang I dan II berlangsung satu bulan. Dilanjutkan razia PPKM mikro satu minggu baik yang dilakukan Tim Yustisi, desa/kelurahan maupun banjar untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Apalagi ada beberapa lingkungan di Denpasar masuk zona oranye karena warga terinveksi virus corona grafiknya naik turun. Diharapkan masyarakat tetap disiplin mematuhi prokes. ”Pencegahan pandemi virus corona tidak bisa dilakukan oleh pemerintah, namun semua elemen masyarakat disiplin mematuhi prokes. Jika aturan yang ada diabaikan maka pandemi virus corona lama akan hilangnya,’’ paparnya. (103)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini