Kasus PEN, Kadispar Buleleng, Sekdis, Kabid dan Kasi Langsung Ditahan

0
11
picsart 02 17 06.13.32
KETERANGAN PERS - Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng, I Putu Gede Astawa, dalam keterangan persnya di Kantor Kejaksaan Negeri Buleleng, Rabu (17/2/2021).

Singaraja, DENPOST.id

Sebanyak delapan pegawai di Dinas Pariwisata Buleleng ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) dengan potensi kerugian negara ditaksir Rp656 juta. Usai diperiksa marathon bersama 22 saksi, tujuh tersangka langsung ditahan. Sementara satu orang tidak hadir lantaran sakit.

Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng, I Putu Gede Astawa, SH., dalam keterangan persnya, Rabu (17/2/2021) mengatakan delapan tersangka itu, berinisial Md. SN, Nym. AW, Pt. S, Nym. S, IGA MA, Kd. W, Nym GG dan Pt B. Posisi mereka, yakni kepala dinas, sekretaris dinas, dua kepala bidang dan empat kepala seksi di Dinas Pariwisata Buleleng.

Baca juga :  Masa Pandemi Jadi Berkah Petani Vanili

“Barang bukti yang berhasil diamankan sementara berupa uang senilai Rp450 juta, sementara potensi Kerugian Negara senilai Rp656 juta dan bisa berkembang lagi. Mereka ditahan agar tidak menghilangkan barang bukti atau tindakan lainnya yang bisa menghambat proses selanjutnya,” ucapnya.

Mereka yang terlibat ini, pada Bidang Kegiatan Ekplore Buleleng dan bimbingan teknik (bintek) dengan penggelembungan harga. Pasal yang disangkakan, yakni Pasal 2, Pasal 3 dan Pasal 12e Undang-undang No. 19 Tahun 2019 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca juga :  Siswi Kelas I SMP Dicabuli di 5 Tempat Berbeda

Untuk diketahui, Buleleng mendapatkan dana PEN senilai Rp13 miliar yang terbagi menjadi dana hibah untuk pelaku pariwisata Rp9 miliar dan operasional Rp3,9 miliar. Dana yang Rp3,9 miliar inilah yang disalahgunakan. Selanjutnya, empat tersangka pria dititipkan di sel Mapolres Buleleng dan tiga tersangka wanita dititip di Mapolsek Sawan. (118)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini