Pandemi, Omzet Perajin Endek di Jembrana Turun 60 Persen

0
7
Pandemi, Omzet Perajin Endek di Jembrana Turun 60 Persen
ENDEK - Ni Wayan Susilawati, salah seorang perajin dan penjual kain endek memperlihatkan kain endek motif makepung yang menjadi ciri khas Jembrana.

Negara, DENPOST.id

Perajin endek dari alat tenun bukan mesin (ATBM) di Jembrana kini harus lebih bersabar. Pasalnya, pandemi Covid-19 berdampak sangat besar terhadap perekonomian masyarakat di mana daya beli masyarakat jauh berkurang.  Kondisi ini juga yang mempengaruhi omzet penjualan kain endek khususnya di Jembrana.

Pemilik Toko Kembang Sari yang juga perajin endek, Ni Wayan Susilawati, Kamis (18/2/2021) mengatakan, omzet penjualan kain endek dan lainnya sejak pandemi Covid-19 turun 60 sampai 70 persen. “Sekarang sedikit meningkat sejak awal-awal tahun. Tapi waktu Covid-19 mulai terjadi, omzet kami turun drastis sampai 90 persen,” ungkapnya.

Baca juga :  Lima Hari di ICU Karena Covid-19 Berat, Agus Budiarta Lolos dari Maut

Bahkan saat awal Covid-19 terjadi, lanjutnya, kain endek dengan motif makepung yang dibuatnya dengan panjang ratusan meter sampai saat ini masih menumpuk. Susilawati mengaku baru kali ini merasakan sangat terpuruk sejak usahanya dimulai tahun 2002 lalu. “Ini juga meneruskan usaha mertua/orang tua kami yang digeluti anak-anaknya dan menantunya,” katanya.

Sejak menggeluti usaha endek sudah berbagai inovasi dilakukan. Biasanya produksi dilakukan dengan memberdayakan perajin lainnya. Para penenun tiap tiga hari menghasilkan 3 lembar. “Sebelum pandemi kami menarget tenaga kerja dengan tambahan upah kerja. Namun ketika pandemi kami tidak pernah menarget, yang penting ada stok barang yang kami pajang. Syukurnya juga kami tidak menyewa tempat,” jelasnya.

Baca juga :  Angin Puting Beliung Akibatkan Belasan Rumah di Jembrana Rusak

Untuk bahan baku katanya sebenarnya ada kenaikan sedikit namun pihaknya bertahan karena stok masih ada. “Bahan baku yang ada kami usahakan dulu baru kami over cari yang baru. Kalau mengikuti harga bahan baku yang sekarang malah kami tidak mau. Kami disini juga jualan benang dan bahan lainnya untuk pembuatan endek,” katanya.

Untuk harga endek katanya juga standar antara Rp 80 ribu sampai Rp 125 ribu per meter dan tergantung motif dan kualitasnya.  Selain dampak pandemi Covid-19, endek hasil produksi pabrik atau bukan dari produksi ATBM yang terjual di pasaran dengan harga sangat murah juga berpengaruh besar pada penjualan endek asli/pembuatan ATBM.  (120)

Baca juga :  Terpapar Covid-19, Kakan Kemenag Jembrana Meninggal

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini