Tak Hanya Selasa, Klungkung Siapkan Aturan Pakai Endek di Hari Lain

0
10
Tak Hanya Selasa, Klungkung Siapkan Aturan Pakai Endek di Hari Lain
PENENUN – Seorang penenun endek di Klungkung tengah menyelesaikan tenunannya.

Semarapura, DENPOST.id

Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 04 tahun 2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali/Kain Tenun Tradisional Bali yang sedang ramai diperbincangkan mendapat dukungan dari Pemkab Klungkung. Bahkan, untuk di Klungkung pemakaian baju dengan kain endek tidak hanya di hari Selasa. Tetapi juga akan diterapkan pada hari lain seperti Rabu, Kamis, dan Jumat.

Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, menjelaskan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan peraturan terkait pemakaian kain endek tersebut. Berbeda dengan SE Gubernur Bali, yang pemakaian endek hanya di hari Selasa, Pemkab Klungkung justru akan menambah intensitas penggunakan kain endek bagi ASN dan juga pegawai di sektor formal. Bupati mencontohkan, ASN di hari Rabu biasanya menggunakan baju putih, untuk selanjutnya baju putih tersebut akan diinovasikan menjadi baju berbahan dasar endek namun berwarna putih.

Baca juga :  Nama Gubernur Bali Dicatut Untuk Surat Palsu

Demikian juga di hari Kamis, yang mana sebelumnya memakai pakaian adat, untuk selanjutnya atasan pakaian adat tersebut bisa diganti dengan endek. Kemudian hari Jumat, jika sebelumnya memakai pakaian olahraga, maka nanti untuk instansi-intansi tertentu usai berolahraga untuk mengganti pakaian dengan bahan endek.

“Dengan SE (SE Gubernur Bali) ini tentu nanti akan saya tambah lagi tiap hari Kamis pakai pakaian adat pakai endek. Jumat dan acara-acara tertentu pakai endek, sehingga di Kabupaten Klungkung bisa 3 kali dalam seminggu pakai endek,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Baca juga :  Pemuda Nekat Bobol Asrama TNI AD 

 

Selain membahas jadwal pemakaian endek, bupati asal Ceningan ini juga berjanji akan mengawasi sentra-sentra produksi endek di Klungkung. Hal itu agar endek-endek yang digunakan oleh para ASN dan pekerja di sektor formal benar-benar berasal dari penenun lokal. Bukan sebaliknya, didatangkan dari daerah luar Bali. “Kita tidak berbicara di hilir saja, di hulu di produksi juga. Jangan sampai nanti endek-endek yang kita pakai ini bukan produksi kita, bukan buatan warga kita,” katanya.

Baca juga :  Beraksi di Belasan TKP, Pencuri Motor Diciduk

Untuk mengantisipasi hal itu, jajaran Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja akan ditugaskan untuk mengawasi dan juga membina para produsen endek lokal agar mereka bisa berinovasi dengan menciptakan motif-motif baru. Jika terkendala pada jumlah produksi, para penenun diharapkan bisa memproduksi kain endek dengan cara berkelompok sehingga mereka bisa mengimbangi tingginya permintaan pasar.  (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini