Suket Hasil Antigen yang Dipindai Juga Palsu, NW Lakukan Berkali-kali

0
20
picsart 02 21 05.08.07
SUKET PALSU - Tiga tersangka yang terdiri dari pengguna, calo dan pembuat suket tes cepat antigen palsu.

Amlapura, DENPOST.id

Kasus pemalsuan hasil uji cepat antigen di Pelabuhan Padang Bai, Kecamatan Manggis, Karangasem menemukan fakta baru. Surat keterangan (Suket) sebelum dipindai menjadi atas nama B (49) ternyata juga palsu. Pemalsu NW (30) juga mengaku telah jual beli suket palsu berkali-kali.

Suket itu, dijual dengan harga Rp30 ribu hingga Rp50 ribu. Hal tersebut, diungkapkan Kapolres Karangasem, AKBP Ni Nyoman Suartini.

Diwawancara, Sabtu (20/2/2021) ia menuturkan NW (30) telah melakukan pemalsuan lebih dari lima kali. “Kita sudah langsung cek ke sumber yang tertera di kop surat. Sebelum di scan menjadi atas nama B, suratnya juga palsu, ” ungkapnya.

Baca juga :  Banjir di Pengambengan, Puluhan Rumah Terendam

Lebih lanjut Suartini, dari tiga tersangka yang ditangkap, ia tak menemukan motif bisnis dari penghubung SH (34). “SH murni membantu B yang mengeluh tak punya uang ingin balik ke Lombok menengok istrinya sakit. Ia lantas merekomendasikan SW untuk membuat suket palsu. Ia tak menerima imbalan apapun, ” imbuh Suartini.

Dari kasus ini, pihaknya kini akan melakukan pengawasan lebih ketat di Pelabuhan Padang Bai. Mengantisipasi pemalsuan, pihaknya akan meminta data base dari beberapa instasi yang dapat mengeluarkan suket uji cepat antigen resmi. “Kami sudah data faskes mana saja yang dapat mengeluarkan surat rapid antigen, sehingga kami gampang berkordinasi jika ada hal yang mencurigakan, ” pungkasnya.

Baca juga :  Pendaftaran Dibuka 4-6 September, Lidartawan Tekankan Ini

Sebelumnya, Selasa (17/2/2021) petang, Satreskrim Polres Karangasem berhasil membekuk seorang warga asal Lombok Timur, B (49) yang terungkap menggunakan surat hasil rapid antigen palsu saat hendak menyeberang lewat Pelabuhan Padang Bai, Karangasem. Tak hanya B, pihaknya juga berhasil membekuk SH (34) dan NW (30) asal Kecicang Islam, Desa Bunganya Kangin, Karangasem yang merupakan calo dan pembuat dokumen palsu tersebut. (yun)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini