Rekontruksi Pembunuhan Pemilik Warung Barokah Terungkap Berawal Ini

0
6
picsart 02 22 07.06.36
REKONTRUKSI - Petugas saat menggelar rekontruksi kasus pembunuhan pemilik Warung Jawa Barokah, Sri Widayu (48) di Jalan By-pas Ngurah Rai No. 438 Banjar Pasekkuta, Sanur, Denpasar Selatan.

Sanur, DENPOST.di

Aparat Satreskrim Polresta Denpasar menggelar rekontruksi kasus pembunuhan pemilik Warung Jawa Barokah, Sri Widayu (48) di Jalan By-pas Ngurah Rai No. 438 Banjar Pasekkuta, Sanur, Denpasar Selatan. Dalam reka ulang yang dilakukan di lokasi kejadian, Senin (22/2/2021) pagi itu, terungkap jika tersangka Basori Arifin mengajak istri dan anak balitanya menemui korban untuk menagih hutang.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Dewa Anom Danunjaya mengatakan tersangka Basori memperagakan 28 adegan. Mulai saat dia datang dan meninggalkan lokasi usai menghabisi nyawa pemilik warung. “Rekontruksi ini dilakukan untuk mencocokan keterangan tersangka dengan kejadian sebenarnya,” ucapnya.

Dilanjutkannya, adegan diawali saat tersangka Basori membonceng istrinya, yakni Titik dan anaknya berumur 1,5 tahun menggendarai Honda Vario 150 warna merah DK 5485 ABW ke warung korban, Rabu (2/2/2021) sekitar pukul 20.30 Wita. Tersangka bermaksud menagih utang Rp515 ribu ke korban.

Baca juga :  Di Badung, Satu WNI Positif Covid-19

Kemudian, tersangka dan istrinya yang menggendong anaknya turun dari motor menuju warung. Tersangka dan istrinya mengucapkan salam “Asalammualikum” sebanyak tiga kali, seraya membuka helm dan ditaruh di meja warung.

Korban Sri Widayu lantas membuka pintu warung dan keluar sambil berkata “belum ada”. Kemudian antara tersanga dan korban terlibat pembicaraan terkait kapan akan dibayar. Rupanya korban berteriak, serta ngomel-ngomal sambil berkata “nanti kalau ada uang saya bayar ke warung sampean”. “Korban memiliki hutang terkait pembayaran uang pisang,” kata Anom.

Karena tak enak dengan warga sekitar sebab korban teriak-teriak, tersangka Basori lantas menyuruh istrinya untuk menanyakan. Kemudian istri tersangka yang menggendong anaknya lantas masuk ke kamar korban seraya bertanya. Korban marah lalu menampar pipi istri tersangka. “Istri dan anak tersangka menangis dan tersangka kalap,” imbuhnya.

Baca juga :  Golkar Bali Dukung PWI Peduli, Bantu 1000 Masker

Tersanga menyuruh istrinya mundur. Lalu istri tersangka menuju jalan raya menenangkan anaknya yang menangis. Kemudian tersangka mengambil helm dan mencari korban seraya memukul kepala Sri Widayu. Korban masuk ke dalam warung sambil ngomel-ngomel tidak jelas. Tersangka mengejar korban sambil memegang helm dan istrinya mengikuti dari belakang sambil menangis dan berkata “sudah mas kasihan anaknya”. Selanjutnya istri tersangka keluar karena anaknya terus menangis.

Sementara tersangka kembali memukul kepala korban, dengan menggunakan helm sebanyak dua kali sampai helm tersebut pecah dan terlepas dari tangan. Tersangka memegang leher korban dari samping kanan hingga korban merunduk dan saat itu, tersangka memukul kepala korban dengan tangan kanan mengepal sebanyak dua kali.

Baca juga :  Buntut Pedagang Terpapar, Tiga Toko di Jalan Sulawesi Ditutup

Korban menggigit jari tengah tangan kiri tersangka. Kemudian tersangka menodorong hingga kepala korban membentur almari, sehingga almari roboh dan korban terjatuh terletang di lantai dengan posisi kepala di dekat pintu dapur. Saat itu, korban masih berteriak dan mengancam tersangka dengan kata “awas kamu, awas kamu”.

Tersangka lantas mengambil tabung gas elpiji warna hijau ukuran 3 Kg di dekat pintu dapur untuk dipakai memukul kepala dan pelipis korban dengan sekuat tenaga hingga korban tidak berteriak dan bergerak. “Adegan pemukulan itu dimulai dari adegan ke-10 hingga 22,” ucapnya.

Kemudian tersangka menuju depan warung dan sempat duduk. Tersangka lantas didekati tiga orang laki-laki. Kemudian tersangka memangil istrinya dan pergi dari lokasi. “Reka ulang adegan ini sama persis seperti keterangan tersangka,” tegasnya. (124)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini