Satroni Enam Bengkel, Komplotan Bayu Dibekuk Polisi

0
8
picsart 02 22 07.07.10
TUNJUKKAN TERSANGKA - Kapolsek Sawan, AKP Ketut Karwa didampingi Kanit Reskrim, Iptu Putu Mahayasa, saat menunjukan tersangka di Mapolres Buleleng.

Singaraja, DENPOST.id

Nekat menyatroni enam bengkel, komplotan Bayu dibekuk polisi. Hal ini, terungkap berdasarkan laporan korban Kadek Yeni Handayani (28) Banjar Dinas Ancak, Desa Bungkulan, dan Made Danayasa(44) alamat Banjar Dinas Kauh Luan, Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan kehilangan barang miliknya, Kamis (14/1/2021).

Kapolsek Sawan AKP Ketut Karwa didampingi Kanit Reskrim, Iptu Putu Mahayasa dalam release, Senin (22/2/2021) di Mapolres Buleleng mengatakan berhasil mengungkap kasus pencurian alat-alat bengkel dan mesin pompa air di dua TKP Desa Bungkulan dan Jagaraga. “Dari beberapa keterangan saksi di TKP dan menghimpun data melalui jejaring sosial dan dari para informan di tempat-tempat pengepul rongsokan dan pembeli rongsokan keliling,” ucapnya.

Baca juga :  PKM Diperpanjang Hingga 21 Juni

Berdasarkan informasi tentang ciri-ciri orang yang pernah menawarkan mesin pompa air dan menjual alat-alat bengkel, unit Reskrim kemudian memperoleh data yang akurat terungkap nama Kadek Dwi Bayu Saputra alias Bayu (24) asal Banjar Dinas Tegal, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan. Pelaku kemudian dikejar dan ditangkap. Dari hasil interogasi pelaku mengakui perbuatannya yang dilakukan bersama tiga orang lainnya, yakni Gede Sukrayasa alias Bletok (31) asal Bungkulan, Dika Ristanto (31) asal Banyuwangi dan Kadek S alias Pj (16).

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap keempat tersangka diperoleh keterangan bahwa mereka melakukan pencurian di kedua bengkel, Bayu dan Kadek S merusak gembok pintu bengkel sedangkan Bletok dan Dika mengawasi dari luar dan komplotan tersebut mengambil barang-barang berupa peralatan bengkel dan membawanya ke rumah Bayu,” imbuhnya.

Baca juga :  Tak Tahan Cium Bau Bangkai Babi, Puluhan KK di Desa Bila Mengungsi

Beberapa hari barang curian itu dijual kepada pembeli rongsokan keliling dan uangnya dibagi berempat. Selain itu, para tersangka juga mengaku telah melakukan di empat TKP pada, 24 Juni 2020 sekira pukul 00.30 Wita, dengan mengambil mesin pompa air di Banjar Dinas Tegal, Desa Sangsit, 30 Oktober 2020 sekira pukul 01.00 Wita, mengambil uang sebesar Rp4 juya di sebuah warung di Banjar Dinas Segara, Desa Giri Emas, 1 Februari 2021 sekira pukul 24.00 Wita mengambil mesin pompa air di Banjar Dinas Segara, dan 13 Februari 2021 sekira pukul 00.45 wita mengambil dua buah mesin pompa air di Banjar Dinas Dauh Munduk, Desa Bungkulan, Sawan, Buleleng.

Baca juga :  Staf Disdikpora Buleleng Terkonfirmasi Positif Covid-19

Para pelaku dijerat pasal 363 ayat (1) ke 3 dan 4 KUHP (Undang-undang Hukum Pidana), orang yang melakukan pencurian dengan pemberatan (Curat) diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.

Terhadap Kadek S karena masih di bawah umur, maka proses hukum dilakukan Diversi. Sedangkan untuk pelaku yang lainnya dilakukan penahanan di Polsek Sawan. (118)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini