Insentif PKM di Denpasar Belum Cair  

0
4
picsart 02 22 07.08.29
JAGA PKM - Petugas saat berjaga di balai banjar untuk pelaksanaan PKM banjar/dusun di Kota Denpasar.

Dauh Puri, DENPOST.id

Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) tingkat banjar/dusun di Denpasar dari, 18 Januari 2021, telah berakhir pada, 18 Februari 2021. Selama 32 hari penerapan PKM dengan melibatkan satgas banjar/dusun se-Kota Denpasar, petugas yang berjaga mendapatkan insentif masing-masing Rp600 ribu.
 
Untuk insentif petugas yang berjaga ini, Pemkot Denpasar mengeluarkan dana sebesar Rp2.538.000.000 (Rp 2.5 miliar lebih). “Sampai saat ini insentif ini belum cair,” kata salah seorang kepala dusun di Denpasar yang tak mau disebutkan namanya, Senin (22/2/2021).
 
Terkait belum cairnya insentif petugas PKM itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai yang dikonfirmasi mengatakan saat ini insentif petugas PKM masih sedang proses administrasi. “Masih sedang proses administrasi dan harus lengkap administrasinya baru bisa cair,” kata Dewa Rai.
 
Ditambahkan Dewa Rai, dana insentif ini sudah dianggarkan dan tinggal dicairkan saja.

Sekadar diketahui, untuk dana insentif petugas PKM berasal dari anggaran penanganan Covid-19 tahun 2021. Di mana pada tahun ini, Pemkot Denpasar menganggarkan Rp35 miliar untuk penanganan Covid-19. Sedangkan jumlah banjar/dusun yang melakukan PKM sebanyak 423 banjar/dusun di Denpasar.
 
Setiap harinya, banjar/dusun mengeluarkan 10 orang petugas untuk melakukan pemantauan yang dibagi dalam dua shift. Untik shift pagi berlangsung dari pukul 08.00 Wita sampai pukul 15.00 Wita dengan lima orang petugas, serta shift sore dari pukul 15.00 Wita sampai pukul 22.00 Wita, juga dengan lima orang petugas. (112)
 
 

Baca juga :  Pemkot Sudah Kantongi Rp 83,9 Juta dari Denda Masker

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini