Buntut Kasus PEN, Petugas Kebersihan Kembalikan Uang Rp 100 Ribu

0
11
Buntut Kasus PEN, Petugas Kebersihan Kembalikan Uang Rp 100 Ribu
Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara (kiri)

Singaraja, DENPOST.id

Kejaksaan Negeri Buleleng telah mengumpulkan uang senilai Rp 524.160.900 dari kasus dugaan korupsi dana hibah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pariwisata 2020. Uang itu dikumpulkan dari sejumlah rekanan, hotel, dan pegawai di lingkungan Dinas Pariwisata Buleleng. Yang menarik, ada petugas kebersihan yang mengembalikan uang Rp 100.000, karena merasa itu bukan haknya.

Kepala Seksi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara, Selasa (23/2/2021) mengatakan, uang tersebut disebut sebagai “uang kesejahteraan”.

Baca juga :  Masih Ada Sekolah di Badung Tak Lakukan MPLS Online

“Ada seorang petugas kebersihan, dia datang langsung. Sadar itu bukan haknya,” ucap Jayalantara tanpa merinci identitas petugas kebersihan itu. Dikatakannya, petugas kebersihan itu mendapat uang itu dari seorang pegawai yang kini statusnya sebagai tersangka.

Lebih lanjut dikatakan, sebagian besar uang yang dikembalikan itu berasal dari hotel dan rekanan yang terlibat dalam kegiatan Explore Buleleng. Uang itu sejatinya hendak diambil para tersangaka. Tetapi, kasus dugaan korupsi itu telah diusut Kejari Buleleng, mereka pun telah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga :  Lapas Singaraja Siapkan Fasilitas Video Call

“Kebanyakan dari rekanan dan hotel, yang belum sempat diambil oleh tersangka. Kita sidik duluan sehingga dikembalikan,” imbuhnya. Nilai yang diserahkan para rekanan dan hotel itu juga beragam, mulai dari Rp 10 juta, Rp 20 juta, hingga Rp 59 juta, tergantung kegiatan. Sedangkan jumlah uang terbesar yang disetor ke Kejaksaan adalah Rp 270 juta. Uang itu disita dari PPTK yang ditetapkan sebagai tersangka. (118)

Baca juga :  Begini Suasana Perpisahan Siswa SMKN 3 Singaraja di Tengah Pandemi Covid-19

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini